Jaga Ketahanan Fiskal dan Energi
10 Apr 2026 | 11:00 WIB
JAKARTA, investor.id- Kebijakan pemerintah untuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (bbm) di tengah lonjakan harga minyak mentah global dan nilai tukar yang fluktuatif akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah, satu sisi ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, di sisi lain kebijakan ini harus diwaspadai karena dikhawatirkan justru menggerogoti ketahanan fiskal dan energi nasional.
Tercatat konsumsi BBM nasional telah mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya mampu menyuplai sekitar 600 ribu barel. Dari jumlah tersebut, bagian yang efektif didapat hanya sekitar 480 ribu barel, sehingga sisa kebutuhan sepenuhnya bergantung pada impor. Selain itu, sekitar 75 hingga 80 persen kebutuhan LPG nasional saat ini harus dipenuhi melalui impor, terutama dari Amerika Serikat dan wilayah Timur Tengah.

