Minggu, 21 Juni 2026

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Penghambat Utama Adopsi Kendaraan Listrik

Penulis : Addin Anugrah Siwi
13 Apr 2026 | 17:52 WIB
BAGIKAN
Seorang  pria memindai kode batang untuk mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di rest area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Seorang pria memindai kode batang untuk mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di rest area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

JAKARTA, investor.id – Direktur CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai percepatan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Tanah Air masih terganjal oleh lemahnya ekosistem pendukung. Meskipun harga kendaraan listrik kini semakin kompetitif, minimnya infrastruktur pengisian daya membuat konsumen masih ragu untuk beralih sepenuhnya dari kendaraan konvensional.

Faisal secara khusus menyoroti keterbatasan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi pertimbangan utama pasar. Faktor kemudahan akses, lokasi stasiun pengisian, hingga kecepatan pengisian daya (charging speed) menjadi variabel yang memengaruhi kepercayaan konsumen terhadap teknologi EV.

“Dari sisi ekosistem, ekosistem daripada infrastrukturnya). Nah ini kan yang salah satu yang dipertimbangkan oleh konsumen pada saat sekarang. Walaupun dia lebih murah tapi kemudian sistem charging (SPKLU) dan lain-lainnya itu masih banyak pertimbangan, kecepatannya (charging), lokasinya, dan lain-lain. Ini akan memperlambat juga adopsi dan kepercayaan dari konsumen,” ujar Faisal saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya fokus pada target penjualan dan pemberian insentif kendaraan semata. Dibutuhkan kepastian kebijakan teknis yang lebih rinci, termasuk sistem insentif dan disinsentif bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi pada penyediaan infrastruktur pengisian daya jangka panjang.

Faisal mengakui bahwa arah kebijakan pemerintah dalam tiga tahun terakhir sudah cukup kuat memosisikan EV sebagai prioritas nasional. Namun, dunia usaha masih menanti aturan turunan yang dapat menjamin keberlangsungan investasi mereka.

“EV kan sebetulnya sudah didorong dari tiga tahun terakhir dan ada banyak insentif yang sudah diberikan pada saat itu. Terakhir saya ketemu Pak Presiden itu kemudian di-statement lagi bahwa EV ini akan menjadi salah satu prioritas. Tinggal bagaimana turunan kebijakan teknisnya itu yang lebih penting,” kata Faisal.

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Penghambat Utama Adopsi Kendaraan Listrik
Program Elektrifikasi Pemerintah. (Sekretariat Kabinet RI & Media Monitoring DATASATU/desain oleh Notebook LM/Datasatu)

Terkait pasokan listrik, CORE menilai kapasitas agregat nasional saat ini sebenarnya mencukupi untuk mendukung transisi energi. Namun, tantangan terbesarnya adalah menerjemahkan ketersediaan daya tersebut ke dalam jaringan SPKLU yang merata dan didukung teknologi pengisian cepat.

“Saya pikir kalau yang sekarang itu dari listrik kan sebetulnya ada ya. Jadi maksudnya kapasitas agregatnya itu sebetulnya mencukupi. Nah tinggal bagaimana menerjemahkannya ke masing-masing SPKLU-nya gitu ya. Teknologinya supaya (pengisian) jadi lebih cepat,” kata Faisal.

Faisal mengingatkan, jika kendala di sisi hilir ini tidak segera diatasi, pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia akan sulit mencapai puncaknya. Harga yang terjangkau memang mampu menarik minat awal, tetapi ketersediaan stasiun pengisian dan kemudahan akses sehari-hari tetap menjadi penentu utama keputusan akhir konsumen.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 40 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia