Minggu, 21 Juni 2026

Ekonom: Insentif Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Mendesak

Penulis : Akmalal Hamdhi
13 Apr 2026 | 21:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi sumber energi kendaraan bensin dan kendaraan listrik. (Foto: istimwa)
Ilustrasi sumber energi kendaraan bensin dan kendaraan listrik. (Foto: istimwa)

JAKARTA, investor.id – Pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dinilai tidak lagi sekadar instrumen pemanis pasar, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kedaulatan energi nasional. Di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia yang tak menentu, percepatan adopsi EV dipandang sebagai langkah krusial untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa elektrifikasi kendaraan berfungsi sebagai bantalan fiskal guna mengurangi sensitivitas ekonomi domestik terhadap gejolak energi global. Dengan berkurangnya konsumsi BBM, tekanan pada subsidi energi dapat ditekan secara bertahap dalam jangka menengah.

“Dalam situasi energi global yang tidak pasti, insentif bukan lagi sekadar pemanis pasar, melainkan instrumen kebijakan industri, energi, dan fiskal sekaligus,” ungkap Josua saat dihubungi, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

Josua menilai momentum tingginya harga minyak saat ini adalah waktu yang tepat bagi pemerintah untuk mempercepat adopsi EV. Menurutnya, manfaat ekonomi dari peralihan konsumsi energi ini akan terasa lebih nyata bagi rumah tangga maupun negara ketika harga energi konvensional melonjak.

“Ketika harga minyak naik, manfaat ekonomi dari peralihan ke kendaraan listrik menjadi lebih jelas, baik bagi rumah tangga maupun negara,” ujarnya.

Ekonom: Insentif Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Mendesak
Program Elektrifikasi Pemerintah. (Sekretariat Kabinet RI & Media Monitoring DATASATU/desain oleh Notebook LM/Datasatu)

Namun, ia memberikan catatan agar elektrifikasi diprioritaskan pada segmen dengan potensi penghematan BBM terbesar. Segmen yang dimaksud mencakup sepeda motor, angkutan umum, bus, armada logistik perkotaan, hingga kendaraan operasional instansi pemerintah.

Terkait efektivitas pasar, Josua menekankan bahwa insentif tetap menjadi kunci utama. Mengingat mayoritas konsumen Indonesia berada di rentang harga kendaraan Rp 100 juta hingga Rp 500 juta, maka sensitivitas terhadap harga menjadi sangat tinggi.

“Tanpa insentif, selisih harga sedikit saja bisa langsung memperlambat adopsi,” jelasnya.

Ke depan, ia menyarankan agar desain insentif tidak hanya fokus pada subsidi harga jual, tetapi juga mencakup aspek investasi dan penggunaan, serta diperkuat dengan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri manufaktur domestik sekaligus mencapai kemandirian energi secara berkelanjutan.

“Arah yang paling tepat bukan menghentikan insentif, melainkan mengubahnya dari sekadar mendorong penjualan menjadi instrumen untuk memperkuat industri domestik dan mengurangi ketergantungan energi secara bertahap,” tandas Josua.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia