Biaya Haji 2026 Bengkak Rp 1,77 Triliun Imbas Konflik di Timur Tengah
JAKARTA, investor.id - Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa biaya haji 2026 bengkak hingga Rp 1,77 triliun imbas konflik di Timur Tengah.
Irfan menjelaskan, tambahan biaya tersebut merupakan konsekuensi dari melonjaknya harga minya mentah dunia hingga berpengaruh terhadap penerbangan jemaah haji.
"Secara agregat, total biaya melonjak dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 8,46 triliun atau meningkat Rp 1,77 triliun," kata Irfan dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VIII DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (14/4/2026).
Irfan menyebut, rincian biaya Rp 1,77 triliun tersebut merupakan usulan dari maskapai yang membawa jemaah haji ke Arab Saudi, yakni Garuda dan Saudi Airlines.
Rinciannya, Garuda menginginkan tambahan biaya Rp974,8 miliar, sementara Saudi Airlines mengusulkan tambahan sebesar Rp 802,8 miliar.
"Alhamdulillah, Presiden telah menegaskan pelonjakan biaya ini jangan dibebankan kepada jemaah," katanya.
Lantaran tambahan biaya tersebut, lanjut Irfan, pihaknya bakal mengambil kas dari BPIH untuk membiayai jemaah haji 2026.
Kata dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk memastikan status force majeure-nya dalam legalitas sumber pembiayaan tersebut.
"Sementara untuk biaya penerbangan petugas kloter bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," kata Irfan
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






