Ekosistem Lengkap, Mendag Yakin Tekstil RI Kuasai Pasar Global
JAKARTA, investor.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia memiliki daya saing tinggi berkat ekosistem yang lengkap dari hulu hingga hilir. Kekuatan ini dinilai menjadi modal utama Indonesia untuk menahan gempuran impor sekaligus memperluas penetrasi pasar internasional melalui berbagai perjanjian dagang.
Mendag menjelaskan bahwa Indonesia memiliki rantai pasok yang mandiri, mulai dari ketersediaan bahan baku, pabrik pengolahan, jaringan distribusi, hingga peran desainer dan UMKM yang berjalan sinergis. Keunggulan struktural ini membuat produk TPT nasional mampu bersaing secara kualitas maupun harga.
“Saya kira ekosistem (tekstil) kita paling lengkap (dari) bahan baku, kemudian pabriknya, distribusinya, desainernya, UMKM-nya, kita ada semua dan itu bisa berjalan dengan baik,” ujar Mendag di sela ajang Indo Intertex 2026, Jakarta, seperti dikutip dari Antara pada Kamis (16/4).
Optimisme ini didukung oleh capaian positif sepanjang tahun 2025, di mana ekspor TPT Indonesia tumbuh 3,55% dengan nilai mencapai US$ 12,08 miliar. Kinerja ini memberikan kontribusi surplus perdagangan sebesar US$ 3,45 miliar bagi Indonesia.
Mendag menekankan bahwa perluasan pasar ekspor terus dipacu melalui berbagai perjanjian dagang strategis, termasuk dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa. Saat ini, Amerika Serikat menjadi mitra utama dengan kontribusi 11% dari total ekspor Indonesia. Produk TPT menjadi salah satu komoditas unggulan penyumbang surplus terbesar ke Negeri Paman Sam.
"Surplus terbesar Indonesia itu ke Amerika. Makanya kita kejar pasar Amerika, makanya kita membuat ART (Agreement On Reciprocal Trade) itu karena pangsa pasar kita, pasar ekspor kita itu 11% dari total ekspor kita ke dunia. Jadi harus dipertahankan," lanjut pria yang akrab disapa Busan tersebut.
Baca Juga:
Industri Tekstil Mulai BangkitTerkait tantangan geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah, Mendag mengakui adanya dampak global. Namun, ia meyakini para pelaku usaha nasional tetap tangguh dan mampu berkompetisi dengan produk asing. Kemandirian ekosistem dalam negeri menjadi benteng pertahanan industri tekstil Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
“Jadi selain potensi dalam negeri, ekspor cukup bagus. Kualitasnya cukup bagus. Kalau kualitas bagus, punya daya saing, kita bisa mengendalikan impor,“ demikian ujar Budi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






