Minggu, 21 Juni 2026

Bahlil: Impor Minyak Rusia Tak Ganggu Kerja Sama dengan Amerika Serikat

Penulis : Celvin Moniaga Sipahutar
16 Apr 2026 | 21:14 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan resmi kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan resmi kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026). (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kesepakatan impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia tidak akan memengaruhi komitmen kerja sama energi Indonesia dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat. Langkah ini murni diambil sebagai strategi diversifikasi pasokan untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan minyak mentah nasional saat ini mencapai sekitar 300 juta barel per tahun, di mana sebagian besar masih bergantung pada impor. Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil pasokan dari berbagai sumber, asal menguntungkan bagi kepentingan negara.

“Jadi semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita, harus kita lakukan,” ujar Bahlil usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Bahlil, kerja sama dengan Rusia merupakan upaya diversifikasi sumber pasokan minyak, khususnya di tengah gejolak pasar energi global. Ia menekankan bahwa Indonesia tetap konsisten memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam menjalin kemitraan ekonomi di sektor energi.

Fleksibilitas ini memungkinkan Indonesia menjalin kerja sama dengan berbagai pihak mulai dari Rusia, Afrika, Nigeria, hingga Amerika Serikat tanpa mengabaikan komitmen yang telah disepakati sebelumnya.

“Jadi kita boleh belanja di mana saja selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara yang telah kita melakukan ajakan kerja sama, termasuk Rusia, kemudian Afrika, Nigeria, dan lebih khusus yang kita hargai juga adalah termasuk dengan perjanjian kita dengan Amerika,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap negosiasi energi. Dengan menjaga hubungan baik dengan seluruh mitra strategis, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan di tengah tantangan geopolitik dunia yang kian dinamis.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 31 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia