Minggu, 21 Juni 2026

Di Tengah Isu Kelangkaan, Industri Plastik Buktikan Daya Tahan 

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
22 Apr 2026 | 10:08 WIB
BAGIKAN
Industri plastik hilir menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah tekanan gangguan pasokan bahan baku akibat perang di Timur Tengah (Timteng). (Foto: istimewa)
Industri plastik hilir menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah tekanan gangguan pasokan bahan baku akibat perang di Timur Tengah (Timteng). (Foto: istimewa)

JAKARTA,Investor.id -Di tengah gangguan pasokan bahan baku akibat perang di Timur Tengah (Timteng), industri plastik hilir menunjukkan daya tahan yang kuat. Permintaan domestik yang tetap stabil bahkan cenderung meningkat menjadi ‘stimulus’ industri. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kemasan Fleksibel Indonesia (Rotokemas) Ferry Bunarjo menerangkan, meski menghadapi tantangan tersebut, para pelaku industri tidak memilih untuk mengurangi kapasitas produksi secara signifikan. 

Sebaliknya, mereka terus menjaga kesinambungan operasional guna memastikan rantai pasok tetap berjalan dengan baik. “Hal ini menjadi penting mengingat peran strategis industri plastik hilir dalam mendukung berbagai sektor lain, seperti makanan dan minuman, farmasi, konstruksi, hingga otomotif,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026). 

ADVERTISEMENT

Ketua umum Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia (Abofi) Santoso Samudra menerangkan, piihaknya berkomitmen menunjukkan ketahanan yang kuat, di tengah tekanan kenaikan biaya produksi akibat lonjakan harga bahan baku. Kenaikan harga resin, yang sebagian besar masih bergantung pada pasar global, telah mendorong produsen untuk melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari efisiensi operasional, optimalisasi penggunaan energi, pengadaan bahan baku dari impor hingga inovasi dalam formulasi produk agar tetap kompetitif di pasar.

Di sisi lain, menurut Sekjen Asosiasi Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) Henry Chevalier menerangkan, permintaan domestik yang tetap stabil, bahkan cenderung meningkat memberikan dorongan tambahan bagi industri untuk tetap bertahan. “Dengan populasi besar dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang, kebutuhan akan produk plastik, baik sebagai kemasan maupun komponen industri—masih sangat tinggi,” ujar dia. 

Sekjen Gabungan Industri Aneka Tenun Plastik Indonesia (GIATPI) Sugeng Siswanto menerangkan, saat ini pelaku industri plastik hilir menegaskan komitmennya untuk terus melayani kebutuhan pasar dalam negeri secara optimal. “Dengan memanfaatkan kapasitas produksi yang ada serta meningkatkan kolaborasi di sepanjang rantai nilai, industri ini siap menjadi penopang penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional ujar dia. 

Keempat asosiasi yang tergabung dalam Federasi Lintas Asosiasi Plastik Hilir Indonesia (FLAIPHI) menyatakan dukungan dari pemerintah akan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing industri plastik hilir Indonesia di tengah dinamika pasar global. Dukungan yang diharapkan seperti kebijakan yang kondusif, stabilitas harga bahan baku, serta penguatan industri plastik hilir nasional melalui kebijakan pemerintah, yang memprioritaskan keberlangsungan industri dalam negeri agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. 

Terakhir, mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Komitmen dari seluruh pemangku kepentingan saat ini akan menjadi energi positif yang sangat diperlukan dalam menghadapi situasi krisis yang terjadi. 

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menerangkan, kondisi di lapangan saat ini belum sampai pada tahap kelangkaan stok plastik, melainkan masih sebatas kekhawatiran yang berkembang di masyarakat. "Sebenarnya yang ada itu baru kekhawatiran, terutama industri makanan dan minuman khawatir nanti stoknya ini satu sampai dua bulan bagaimana mengisinya," kata dia. 

Meski begitu, hasil rapat koordinasi antara Kemenperin dan pelaku industri plastik belum lama ini menunjukkan kondisi relatif terkendali. Dalam pertemuan tersebut, pelaku industri mulai dari produsen bahan baku hingga pengolah kemasan memastikan pasokan masih tersedia.

"Yang kami tangkap dari diskusinya itu memang ada permasalahan beberapa minggu sebelumnya terkait ketersediaan bahan baku. Tapi, di rapat tersebut semua pelaku industri mengatakan tersedia," ujar Putu.

Dia menambahkan, saat ini tidak ada lagi perdebatan mengenai ketersediaan bahan baku plastik, baik dalam bentuk biji plastik maupun bahan jadi untuk kemasan.

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia