Minggu, 21 Juni 2026

Modal Asing Dominasi Arus Masuk Investasi RI di Triwulan I-2026

Penulis : Bambang Ismoyo
23 Apr 2026 | 10:45 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam  konferensi pers yang berlangsung di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (B-Universe/Bambang Ismoyo)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers yang berlangsung di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (B-Universe/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi mencapai Rp 498,8 triliun pada triwulan I-2026. Angka tersebut setara dengan 24,4 persen dari target realisasi investasi full year 2026, yang sebesar Rp 2.041,3 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, angka tersebut mengalami peningkatan 7,2% dari periode yang sama pada tahun lalu. Di mana kala itu capaian realisasi investasi pada triwulan I-2025 sebesar Rp 465,2 triliun.

"Untuk realisasi investasi Rp 498 Triliun atau meningkat 7,2% dibandingkan triwulan pertama 2025," ungkap Rosan dalam konferensi pers yang berlangsung di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dari angka tersebut, Rosan mencatat komposisi didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 250 triliun atau sekitar 50,1% dari total. Sementara sisanya senilai Rp 248,8 triliun berasal dari realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Dalam kesempatan tersebut ia juga membeberkan, realisasi investasi cenderung dominan ditanam di luar pulau Jawa yakni sebanyak Rp 251,3 triliun. Sementara Rp 247,5 triliun ditanam di wilayah Pulau Jawa.

Berdasarkan provinsi di Indonesia, Rosan mengungkapkan Jakarta menjadi lokasi favorit investor dalam menanamkan modalnya. Di mana Provinsi tersebut mencatat realisasi investasi senilai Rp 78,7 triliun.

Sementara tempat ke dua diduduki Provinsi Jawa Barat dengan realisasi Rp 76,8 triliun, kemudian Banten senilai Rp 34,4 triliun, Jawa Timur senilai Rp 32,6 triliun, dan Sulawesi Tengah sebanyak Rp 32,1 triliun.

"Daerah yang mempunyai kontribusi biasanya Jawa Barat, tapi kali ini Jakarta yakni senilai Rp 78 triliun" pungkas Rosan.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 30 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia