Minggu, 21 Juni 2026

RI Amankan 150 Juta Barel Minyak Rusia, Impor Bertahap Hingga Akhir 2026

Penulis : Prisma Ardianto
24 Apr 2026 | 15:03 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta. (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta. (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan terus menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Salah satunya pemerintah akan mengimpor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia secara bertahap hingga akhir tahun 2026.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa proses impor minyak Rusia itu tidak dapat dilakukan sekaligus karena keterbatasan infrastruktur pendukung di dalam negeri. “Impornya akan dilakukan secara bertahap. Untuk pemenuhan kebutuhan sampai akhir tahun. 150 juta barel,” ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, seperti dikutip dari Antara pada Jumat (24/4/2026).

Minyak asal Rusia tersebut diproyeksikan untuk memenuhi berbagai sektor vital, mulai dari mobilitas masyarakat, operasional industri, sektor pertambangan, hingga kebutuhan industri petrokimia.

ADVERTISEMENT

Selain dari Rusia, Indonesia juga telah mendapatkan komitmen impor minyak dari Amerika Serikat (AS). Yuliot memaparkan bahwa ketergantungan pada impor masih tinggi mengingat adanya celah lebar antara konsumsi dan produksi domestik.

Ia menyampaikan kebutuhan minyak Indonesia sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi minyak Indonesia berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

“Berarti kita impor sekitar 1 juta barel, kurang lebih. Kalau dikalkulasikan (sepanjang tahun) 150 juta itu juga kurang. Kita mencari tambahan dari negara-negara lain, termasuk yang dari Amerika,” jelas Yuliot.

Kepastian pasokan ini sebelumnya diungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo. Ia menyebut komitmen harga khusus ini merupakan hasil diplomasi langsung Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow.

Hashim merinci, awalnya Rusia menyetujui pengiriman 100 juta barel. Namun, Presiden Putin memberikan tambahan 50 juta barel sebagai langkah antisipasi Indonesia dalam menghadapi gejolak ekonomi global.

“Jadi dia (Prabowo) ke Moskow bukan untuk foya-foya. Dia ke Moskow ketemu Presiden Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin,” ujar Hashim.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia