Minggu, 21 Juni 2026

Harga Pakan Lampaui Rp 5.800, Pemerintah Gulirkan SPHP Jagung

Penulis : Erfan Ma’ruf
29 Apr 2026 | 12:37 WIB
BAGIKAN
Petani menjemur biji jagung untuk pakan ternak di Desa Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Petani menjemur biji jagung untuk pakan ternak di Desa Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melakukan stabilisasi harga jagung di tingkat peternak yang telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 5.800 per kilogram. Total jagung pakan yang disalurkan dalam rogram Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 242 ribu ton. 

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan tersebut, setelah proses verifikasi data penerima bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian rampung.

“Kami melaporkan bahwa seiring kenaikan harga jagung di tingkat peternak dan panen raya mungkin sebagian sudah selesai, Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk penyaluran SPHP jagung dan tentunya minggu ini mudah-mudahan bisa segera tersalurkan,” ungkap Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026). 

ADVERTISEMENT

Total alokasi penyaluran mencapai 242 ribu ton hingga akhir 2026, dengan sasaran lebih dari 5.000 peternak skala mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencakup 17 provinsi.

“Targetnya ada 242 ribu ton. Kemarin yang terdaftar ada di 26 provinsi. Tentu ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya 17 provinsi,” ujar Maino.

Pada tahap awal, penyaluran diperkirakan mencapai 213,1 ribu ton, sementara sisa sekitar 28,8 ribu ton disiapkan untuk mengakomodasi tambahan peternak baru. Harga jagung ditetapkan Rp 5.000 per kg di gudang Bulog dan maksimal Rp 5.500 per kg di tingkat peternak.

Bapanas mencatat harga jagung di tingkat peternak per 27 April mencapai Rp 6.758 per kg atau 16,52% di atas HAP. Kenaikan ini berpotensi mendorong harga telur dan daging ayam ras, sehingga stabilisasi pakan dinilai krusial.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi secara year-to-date, mendampingi emas perhiasan, meski jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga mulai menurun pada pekan keempat April.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia