Minggu, 21 Juni 2026

Kepercayaan Dunia Bisnis untuk Adopsi AI Terus Meningkat

Penulis :  Imam Suhartadi
29 Apr 2026 | 22:49 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI).
Ilustrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI).

JAKARTA, investor.id - Banyak bisnis yang tidak terlalu skeptis terhadap AI. Faktanya, lebih dari 28% bisnis di Indonesia telah mengadopsi teknologi ini yang menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap AI sebagai investasi strategis, bukan hanya tambahan eksperimental.

Selanjutnya, banyak dari bisnis yang mengalami peningkatan pendapatan bsnis hingga 59% , di samping harapan penghematan biaya yang substansial melalui otomatisasi, alokasi sumber daya yang lebih cerdas, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. 

Hal yang menarik adalah justru semakin banyak profesional muda yang kini mengajari rekan kerja yang lebih senior cara menggunakan alat-alat yang sedang mengubah wajah dunia kerja modern.

ADVERTISEMENT

Penelitian terbaru dari International Workplace Group (IWG) menunjukkan bahwa hampir dua pertiga profesional muda secara aktif membantu rekan kerja yang lebih senior untuk mempelajari dan menggunakan AI, mulai dari bimbingan langsung, hingga tips praktis yang mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja sehari-hari. Pola terbalik ini yang menghasilkan peningkatan nyata dalam produktivitas dan kolaborasi. 

Terlepas dari upaya yang dilakukan oleh profesional Generasi Z, semakin banyak perusahaan di Indonesia menyebut kesenjangan keterampilan digital sebagai hambatan utama dalam memperluas penerapan AI.

“Itulah sebabnya inisiatif seperti visi Indonesia Emas 2045 diharapkan dapat membantu Indonesia dalam upayanya memperkuat literasi digital, memperluas program peningkatan dan peralihan keterampilan, serta mengintegrasikan teknologi secara lebih mendalam ke dalam pendidikan guna mempersiapkan talenta untuk ekonomi yang didukung AI,” kata Mark Dixon, CEO and Founder, International Workplace Group (IWG) dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/4/2026)).

Sementara itu, para penyedia kerja (bisnis) juga perlu beradaptasi dengan ekspektasi yang terus berubah dari para pendatang baru di dunia kerja, termasuk dalam hal lingkungan kerja. 

Pada waktu yang bersamaan, kata dia, pembelajaran yang didukung AI mempercepat proses belajar dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya, memungkinkan generasi muda untuk lebih handal, dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

“Akibatnya, posisi pekerjaan akan mengalami perubahan dan meskipun mungkin ada penurunan kecil dalam jumlah lapangan kerja, kenyataannya, pekerjaan itu sendiri akan berubah. Generasi muda harus lebih fokus pada titik masuk mereka jika mereka akan memasuki pasar kerja hingga lima tahun ke depan,” ujarnya.

Hukum Moore

Untuk memahami apa yang sedang terjadi saat ini, ada baiknya menengok ke masa lalu. Pada awal tahun 1970-an, Intel meluncurkan 4004, mikroprosesor komersial pertama di dunia.

Tak lama setelah itu, Gordon Moore, salah satu pendiri Intel menyadari hal menarik bahwa jumlah transistor pada sebuah chip tampaknya berlipat ganda kira-kira setiap dua tahun. Moore tidak bermaksud menjadikan ini sebagai slogan pemasaran, namun hal tersebut menjadi sesuatu yang mendalam kemajuan bukanlah linier, melainkan eksponensial. 

Pengamatan ini kemudian dikenal sebagai Hukum Moore. Pesannya sederhana dan kuat: jika Anda menunggu dua tahun, Anda tidak akan mendapatkan peningkatan kecil, Anda akan mendapatkan lompatan besar ke depan. 

“Kesalahan yang sering kali dilakukan saat ini adalah kita cenderung memperlakukan AI seperti alat efisiensi biasa, padahal kenyataannya AI merupakan bagian dari kurva eksponensial, perubahan paling signifikan dalam dunia kerja dan efisiensi yang pernah saya saksikan sejak pertama kali mendirikan Regus di tahun 1989. Perubahan eksponensial tidak hanya mengubah pekerjaan, tetapi juga mengubah kecepatan dunia bisnis itu sendiri,” ujarnya.

Hal ini bukanlah sebuah fenomena baru karena terjadi pada setiap perubahan teknologi besar. Dengan munculnya email, semakin banyak perusahaan terkemuka bersikeras bahwa mereka tidak akan pernah mengadopsinya akibat tidak percaya dan masih bergantung pada layanan pos. Namun, email adalah kemajuan. Dengan begitu, email, ponsel pintar, dan internet jika digunakan dengan benar akan mendorong bisnis untuk melaju dengan cepat. 

Hal yang sama juga berlaku untuk AI. Asumsi yang dibuat banyak orang adalah bahwa bisnis akan terus berjalan dengan kecepatan yang sama, hanya dengan jumlah orang yang lebih sedikit  yang belum tentu benar. Ketika individu dapat melakukan sepuluh atau dua puluh kali lebih banyak pekerjaan dalam sehari, bisnis tidak akan diam saja, melainkan memperluas apa yang mungkin dilakukan.

Dengan menghilangkan pekerjaan yang bersifat administratif dan menciptakan efisiensi besar-besaran, AI membebaskan orang untuk melakukan apa yang paling baik dilakukan oleh manusia: berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan menghasilkan ide-ide baru. 

Pekerjaan pasti akan mengalami perubahan. Jumlah lowongan di kategori tertentu mungkin dapat berkurang dan cara masuk ke dunia kerja pun tentu akan berbeda. Bagi para profesional muda, hal ini berarti mereka harus lebih cermat dalam memilih di mana dan bagaimana mereka memulai karier. Mengembangkan keterampilan baru akan menjadi kunci untuk menunjukkan nilai mereka dan yang cepat beradaptasi dengan perubahan akan melaju lebih cepat daripada yang lain. 

Proaktif Akan Menang

Salah satu kualitas yang dicari perusahaan pada talenta masa depan adalah kemampuan mereka menggunakan AI secara efektif, serta menyadari bagaimana hal ini dapat meningkatkan potensi bisnis secara signifikan. Faktanya, kebutuhan akan keterampilan yang berkaitan dengan AI diperkirakan akan meningkat secara global dan di Indonesia. Mereka yang sudah belajar menggunakan alat AI secara mandiri sering kali lebih siap berkontribusi secara berarti pada bisnis yang berkembang pesat. 

Profesional muda perlu berpikir ke depan dan melakukan refleksi:

“Di masa sebelumnya, karyawan yang ambisius melakukan pembelajaran pemrograman di malam hari atau memperoleh kualifikasi tambahan di luar pekerjaan mereka. Pola pikir tersebut kini lebih penting dari sebelumnya. Jangan hanya mengandalkan sekolah atau universitas untuk mempersiapkan diri. Pelajari sendiri alat-alat yang sedang mengubah industri,” ujarnya.

Setiap perubahan teknologi besar sepanjang Sejarah mengikuti pola yang sama: banyak orang berpegang teguh pada apa yang mereka ketahui, sementara kelompok kecil orang yang beradaptasi lebih awal dan mendapatkan keuntungan darinya. Yang membedakan momen ini adalah kecepatannya. Laju bisnis meningkat lebih cepat daripada periode mana pun dalam ingatan kita baru-baru ini. 

Teknologi AI, seperti chip awal Intel merupakan teknologi dasar yang memperkuat dan membentuk ulang segala sesuatu yang dibangun di atasnya. Ini bukan sekadar kemungkinan yang jauh atau tren sesaat; AI sudah menjadi mesin berskala dan menawarkan keunggulan yang kompetitif. 

“Mereka yang bersedia terlibat, belajar, dan bereksperimen dengan AI sekarang akan menemukan bahwa peluang tersebut justru meluas, bukan menyusut. Sejarah jelas menunjukkan hal ini: pada masa perubahan eksponensial, mereka yang bergerak lebih dulu akan memperoleh keuntungan paling besarr,” pungkasnya

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 33 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia