B50 Berlaku Juli 2026, Ini Dampaknya bagi Impor Energi
JAKARTA, investor.id - Pemerintah akan menerapkan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Program B50 merupakan pencampuran 50% bahan bakar nabati berbasis sawit ke dalam solar. Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan penghematan devisa negara hingga Rp 157,28 triliun karena kebutuhan impor solar dapat ditekan.
Ekonom Universitas Negeri Surabaya, Hendry Cahyono menilai penerapan B50 berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian, terutama melalui penurunan angka impor energi.
“Kalau yang disampaikan demikian, memang itu akan menurunkan angka impor. Salah satu dampaknya nanti juga bisa terhadap apresiasi nilai tukar rupiah,” ujar Hendry saat dihubungi, dikutip pada Jumat (19/6/2026).
Menurut Hendry, target penghematan devisa dapat tercapai apabila pemerintah memastikan kesiapan bahan baku, kapasitas industri biodiesel, serta skema pembiayaan program tersebut.
Ia menilai B50 dapat menjadi salah satu langkah menuju ketahanan energi karena memanfaatkan sumber energi domestik. Meski demikian, ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada biodiesel, tetapi juga perlu didukung oleh pengembangan sektor energi lainnya.
“Kalau nanti B50 digunakan dan sektor industri juga menggunakan B50, itu bisa menjadi salah satu pilot project bagi ketahanan energi,” ucapnya.
Hendry juga menyebut kebijakan itu dapat mendorong pertumbuhan industri biodiesel nasional melalui peningkatan investasi, optimalisasi kapasitas produksi, serta memberikan dampak bagi sektor perkebunan dan pengolahan sawit.
Sementara itu, pakar energi Institut Teknologi Sumatera, Rishal Asri menilai peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 merupakan langkah tepat secara ekonomi karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
“Tindakan yang dilakukan pemerintah sudah benar. Mengurangi subsidi dengan pencampuran bahan baku sampai B50 itu benar secara ekonomi,” ujar Rishal.
B50 Dinilai Mampu Menekan Emisi
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




