Minggu, 21 Juni 2026

B50 Berlaku Juli 2026, Ini Dampaknya bagi Impor Energi 

Penulis : Mita Amalia
19 Jun 2026 | 17:00 WIB
BAGIKAN
Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (ANTARA FOTO/Abdan Syakura)
Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (ANTARA FOTO/Abdan Syakura)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah akan menerapkan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Program B50 merupakan pencampuran 50% bahan bakar nabati berbasis sawit ke dalam solar. Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan penghematan devisa negara hingga Rp 157,28 triliun karena kebutuhan impor solar dapat ditekan. 

Ekonom Universitas Negeri Surabaya, Hendry Cahyono menilai penerapan B50 berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian, terutama melalui penurunan angka impor energi.

ADVERTISEMENT

“Kalau yang disampaikan demikian, memang itu akan menurunkan angka impor. Salah satu dampaknya nanti juga bisa terhadap apresiasi nilai tukar rupiah,” ujar Hendry saat dihubungi, dikutip pada Jumat (19/6/2026).

Menurut Hendry, target penghematan devisa dapat tercapai apabila pemerintah memastikan kesiapan bahan baku, kapasitas industri biodiesel, serta skema pembiayaan program tersebut.

Ia menilai B50 dapat menjadi salah satu langkah menuju ketahanan energi karena memanfaatkan sumber energi domestik. Meski demikian, ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada biodiesel, tetapi juga perlu didukung oleh pengembangan sektor energi lainnya.

“Kalau nanti B50 digunakan dan sektor industri juga menggunakan B50, itu bisa menjadi salah satu pilot project bagi ketahanan energi,” ucapnya.

Hendry juga menyebut kebijakan itu dapat mendorong pertumbuhan industri biodiesel nasional melalui peningkatan investasi, optimalisasi kapasitas produksi, serta memberikan dampak bagi sektor perkebunan dan pengolahan sawit.

Sementara itu, pakar energi Institut Teknologi Sumatera, Rishal Asri menilai peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 merupakan langkah tepat secara ekonomi karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Tindakan yang dilakukan pemerintah sudah benar. Mengurangi subsidi dengan pencampuran bahan baku sampai B50 itu benar secara ekonomi,” ujar Rishal.

B50 Dinilai Mampu Menekan Emisi

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 7 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 38 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia