Minggu, 21 Juni 2026

Hadir di IDMC 2026, Toco Fokus Bangun Ekosistem Digital

Penulis :  Imam Suhartadi
19 Jun 2026 | 20:20 WIB
BAGIKAN
Arnold Sebastian Egg menjadi pembicara di ajang Indonesia Digital Marketing Conference 2026
Arnold Sebastian Egg menjadi pembicara di ajang Indonesia Digital Marketing Conference 2026

JAKARTA, investor.id - Melalui partisipasinya di Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC 2026), Toco menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi yang relevan bagi pelaku usaha di Indonesia.

Tidak hanya berfokus pada transaksi, Toco juga berupaya membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan merchant melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Kehadiran Toco di IDMC 2026 yang berlangsung pada 4–5 Juni 2026 di Nusantara Hall, ICE BSD City, Tangerang ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas dialog dengan pelaku usaha dari berbagai sektor, memahami tantangan yang mereka hadapi, serta mengembangkan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

ADVERTISEMENT

Marketplace Toco hadir dengan visi untuk menyelamatkan margin keuntungan para pedagang digital,” kata Arnold Sebastian Egg, Founder Toco dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Diibaratkan kolam pemancingan, kata dia alih-alih membiarkan pedagang terus menghabiskan uang untuk menyewa iklan di "kolam" marketplace lain, 

Toco memberikan infrastruktur gratis (0% admin) agar penjual bisa menguasai data pelanggan mereka sendiri, berkomunikasi langsung, dan mengoptimalkan keuntungan dari pembelian berulang (retensi) seperti menggunakan ekosistem berbasis komunitas (seperti WhatsApp) yang sudah sangat akrab di Indonesia.

Mengusung tema "Move. Adapt. Play", IDMC 2026 mempertemukan praktisi digital marketing, teknologi kecerdasan buatan (AI), martech, serta pelaku industri digital dari berbagai negara di Asia Tenggara. 

Konferensi ini membahas berbagai strategi adaptasi bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen, pemanfaatan data, otomatisasi, dan perkembangan teknologi AI.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan dari Arnold Sebastian Egg, Founder Toco. 

Dalam sesi bertema "How Toco is Rebuilding Repeat & Retain for Brand Seller 2026", Arnold menjelaskan bagaimana Toco dibangun dengan pendekatan yang berfokus pada penyelesaian masalah nyata yang dihadapi merchant, sekaligus menghadirkan layanan yang lebih ramah bagi penjual.

Dengan penjabaran bagaimana Toco membantu brand dan seller untuk tidak hanya mendapatkan pembeli baru (acquisition), tetapi juga membuat pelanggan kembali berbelanja (repeat purchase) dan tetap loyal terhadap brand (retention).

Sebagai informasi Toco adalah marketplace yang didirikan oleh Arnold Sebastian Egg, yang launching pada pertengahan Agustus 2024. Toco mengedepankan model bisnis yang berfokus pada keberpihakan penuh kepada seller, terutama UMKM dan Brand, melalui kebijakan Gerakan 0% Potongan atau bebas biaya admin (komisi) seumur hidup. Tujuannya adalah menjadikan e-commerce sebagai infrastruktur yang efisien untuk mempercepat transaksi dan membantu pelaku usaha memaksimalkan keuntungan mereka, yang terbukti mendorong pertumbuhan transaksi yang signifikan.

Dukungan bagi Beragam Kategori Merchant

Dalam sesi tanya jawab, seorang pelaku usaha ikan hias menanyakan apakah Toco dapat mengakomodasi penjualan ikan hias yang memerlukan proses pengiriman khusus.

Menanggapi hal tersebut, Arnold menjelaskan bahwa sejak awal Toco terbuka terhadap berbagai kategori produk, termasuk hewan peliharaan dan ikan hias.

"Lucunya, yang pertama kali berjumpa dengan Toco sebagai komunitas hewan itu malah komunitas reptil. Jadi untuk kategori seperti ornamental fish tentu kami terbuka. Yang perlu diperhatikan adalah aspek logistik, yakni layanan pengiriman yang paling tepat untuk produk tersebut," ujar Arnold.

Menurutnya, Toco juga memiliki hubungan yang erat dengan berbagai mitra logistik sehingga kebutuhan merchant dapat dibahas dan dikembangkan bersama.

"Toco dengan pihak logistik juga dekat. Jika ada kebutuhan yang perlu diakomodasi, tentu nanti bisa kami diskusikan dan carikan solusinya bersama," tambahnya.

Arnold bahkan menyatakan ketertarikannya untuk berkunjung langsung ke toko ikan hias milik peserta yang berada di kawasan BSD guna memahami kebutuhan merchant secara lebih mendalam.

Biaya Transaksi 0%

Pada kesempatan yang sama, peserta lain menanyakan keberanian Toco dalam menghadirkan kebijakan biaya transaksi 0% bagi merchant, mengingat biaya operasional marketplace pada umumnya cukup besar.

Arnold menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lahir dari model bisnis yang telah dirancang secara matang berdasarkan pengalaman panjangnya di industri teknologi dan sistem pembayaran digital.

"Saya memahami dengan sangat detail bagaimana struktur biaya di industri teknologi dan pembayaran digital. Karena itu kami bisa melihat dengan jelas di mana efisiensi dapat dilakukan dan bagaimana membangun model bisnis yang tetap berjalan sehat," jelas Arnold.

Ia menambahkan bahwa Toco memperoleh dukungan dari berbagai mitra strategis yang memiliki visi serupa untuk membantu pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia.

"Karena kami berusaha menyelesaikan masalah yang nyata, banyak partner yang percaya dan mendukung kami. Dukungan dari sektor logistik maupun pembayaran membantu kami menghadirkan layanan yang lebih efisien bagi merchant," katanya.

Menurut Arnold, salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional marketplace adalah proses pencairan dana kepada penjual. Dukungan dari berbagai mitra memungkinkan Toco menekan biaya tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh merchant.

Selain itu, pendekatan efisiensi juga diterapkan dalam pengembangan teknologi internal perusahaan.

"Kami membangun teknologi dengan sangat efisien dan memahami betul di mana biaya terbesar berada. Dengan begitu, kami bisa tetap fokus memberikan layanan terbaik kepada merchant," ujar Arnold.



 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia