Minggu, 21 Juni 2026

Ekspor Lidi Sawit ke China Miliki Prospek Menjanjikan

Penulis :  Imam Suhartadi
20 Jun 2026 | 07:45 WIB
BAGIKAN
Pelepasan Perdana Ekspor Lidi Sawit ke China
Pelepasan Perdana Ekspor Lidi Sawit ke China

JAKARTA, investor.id - Ekspor Lidi sawit maupun lidi kelapa jenis lainnya ke China dan sejumlah negara lainya memiliki prospek menjanjikan. Hal itu terungkap dari kegiatan Pelepasan Perdana Ekspor Lidi Sawit Hasil Pemberdayaan UMKM Aspekpir dan  BPDP yang dilanjutkan dengan  Workshop Ekspor Lidi Sawit  di Medan dan Langkat, pada 17-18 Juni 2026.

Pelepasan ekspor perdana lidi sawit dilaksanakan  dalam seremoni yang berlangsung di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara. 

Sebanyak 28 ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh diberangkatkan menuju China. Produk tersebut dikumpulkan dan diusahakan oleh petani sawit, pelaku UMKM, serta koperasi anggota ASPEKPIR sebagai hasil rangkaian program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang diselenggarakan bersama BPDP.

ADVERTISEMENT

Dalam pelaksanaan ekspor ini, ASPEKPIR menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional.

Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia Setiyono menegaskan bahwa pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan ASPEKPIR bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara. 

Menurut Setiyono, sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Kegiatan tersebut diperkirakan akan memberikan manfaat kepada sekitar 2.800 anggota koperasi. Keterlibatan koperasi menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis limbah sawit mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi petani. 

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (20/6/2026). 

Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menjelaskan bahwa sejak akhir tahun 2024 pihaknya bersama ASPEKPIR dan BPDP terus melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. 

Menurutnya, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif sehingga peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka bagi petani dan UMKM di sentra-sentra perkebunan sawit. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ekspor perdana tersebut.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan produk ekspor berbasis sawit. 

Pengembangan produk lidi sawit menjadi bukti bahwa sektor sawit mampu mendukung prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.

Pemanfaatan pelepah dan biomassa sawit sebagai bahan baku produk UMKM tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar perkebunan. Diversifikasi produk turunan sawit ini sekaligus memperluas pasar ekspor perkebunan Indonesia. 

Selain pelepasan ekspor perdana, BPDP dan ASPEKPIR juga menyelenggarakan Workshop Praktik Ekspor Lidi Sawit di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (18/6/2026). Workshop yang diikuti 100 peserta tersebut juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara koperasi sawit dan pelaku ekspor untuk meningkatkan produksi lidi sawit siap ekspor.

Workshop tersebut dibuka secara resmi  oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Hendri Tarigan. Rangkaian kegiatan ini bagian dari upaya optimal dalam rangka  pemberdayaan UMKM perkebunan dan perluasan pasar ekspor.

Sebagai informasi acara ini dihadiri Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah, perwakilan Badan Karantina, Sekretaris Jenderal ASPEKPIR Syarifuddin Sirait, Ketua Aspekpir Langkat Sahnan Solin, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Hendri Tarigan,  perwakilan perguruan tinggi di Sumatera Utara, serta petani dan pengrajin lidi sawit. 

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Anwar Sadat menyampaikan bahwa BPDP telah lama melakukan promosi dan sosialisasi mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama dengan ASPEKPIR dilakukan melalui berbagai workshop dan kegiatan diseminasi yang telah berlangsung sejak tahun 2024 hingga saat ini. 

Berbagai workshop produksi lidi sawit telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan potensi ekonomi lidi sawit sekaligus meningkatkan kapasitas petani agar mampu menghasilkan produk sesuai standar pasar ekspor. 

Menurut BPDP, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah.

 “BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP. 

BPDP saat ini juga menjalankan berbagai program strategis untuk mendukung peningkatan kapasitas dan produktivitas petani sawit, antara lain Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan, Penelitian dan Pengembangan, serta Promosi Perkebunan. 

Keberhasilan ekspor perdana ini menunjukkan bahwa sawit merupakan komoditas yang inklusif karena manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari petani, perempuan, pemuda, UMKM, koperasi hingga pelaku ekspor.

Rantai pasok produksi lidi sawit juga melibatkan banyak pihak sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi daerah. 

Selain itu, kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, perluasan kesempatan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, dan pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa. 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 1 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia