Minggu, 21 Juni 2026

Serikat Petani Kelapa Sawit Meminta Pemerintah untuk Memperhatikan Jalan Kebun Petani Sawit di Indonesia

Penulis : Imam Suhartadi
2 Des 2020 | 10:58 WIB
BAGIKAN
SPKS) meminta pemerintah untuk memperhatikan jalan kebun petani sawit di indonesia
SPKS) meminta pemerintah untuk memperhatikan jalan kebun petani sawit di indonesia

JAKARTA, investor.id - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) meminta pemerintah untuk memperhatikan jalan kebun petani sawit di indonesia.

Hal ini karena jalan-jalan kebun petani sawit swadaya banyak mengalami kerusakan sehingga menyulitkan petani untuk mengangkut buah sawit atau tandan buah segar (TBS) milik petani dan menurunkan kualitas buah sawit milik petani. 

“Kerusakan jalan kebun sawit milik petani sangat merugikan petani karena dengan rusaknya jalan maka akan ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan petani sawit sekitar Rp. 100 – 200 rupiah/Kg, selain itu juga akan menurunkan kualitas sawit milik petani karena biasanya dengan kondisi jalan yang rusak maka truk-truk pengkut sawit milik petani akan bermalam di jalan sebelum sampai di pabrik kelapa sawit," kata Bernadus Mohtar, petani sawit yang juga Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Sekadau, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/12).

Jalan kebun petani sawit sangat penting mendapat perhatian dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, karena selama ini terkesan tidak diperhatikan.

ADVERTISEMENT

“Contohnya untuk di Kabupaten Sekadau, banyak jalan rusak di lokasi kebun sawit akibanya petani merugi, apalagi sekarang kondisi hujan sangat memprihatinkan mobil-mobil pengangkut sawit bisa bermalam di jalan dan bahkan harus menyewa excavator dengan biaya yang mahal untuk menarik truk pengangkut buah sawit milik petani, tentunya ini menambah pengeluaran lagi buat petani sawit dan tentunya mengurangi pendapat petani," tegas Mohtar.

Menurutnya, petani sawit selama ini membayar pajak seperti melalui pajak PPh 22 yang dipotong langsung dari penjulan sawit petani, bayar pajak PBB, membayar pajak kelembagaa koperasi, dan juga melalui potongan secara langsung dari pungutan Dana Sawit, artinya tidak ada alasan pemerintah  untuk tidak memperbaiki jalan kebun petani sawit, apalagi lagi sekarang ini sawit sebagai sumber devisa negara yang sangat besar. 

Sementara itu, Yusro Fadli Ketua SPKS Rokan Hulu, Riau, mengatakan jalan produksi petani sawit swadaya masih sangat minim dan banyak mengalami kerusakan. Untuk itu, ia mempertanyakan anggran dana sawit yang besar saat ini di kelola oleh Badan Pengelola Dan perkebunan Sawit (BPDPKS) yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung perbaikan jalan-jaan kebun petani sawit di Riau. 

"Kami kira ini sangat memungkinkan (pembangunan jalan) sudah ada aturan yang mengatur ini tinggal bagaimana segera disalurkan ketimbang hanya dana sawit tersebut untuk subsidi program biodiesel di B30, " tegasnya. 

Sabarudin dari Departemen Organsiasi dan Anggota SPKS Nasional, menegaskan bahwa pemerintah belum menunjukkan keberpihakannya pada petani sawit. Salah satunya tidak ada perhatian pada jalan kebun petani padahal pemerintah tahu kalau petani mengelola sekitar 40,6 persen dari luas sawit yang ada dan sawit ini memberikan sumbangsih sekitar Rp300 triliun setiap tahunnya kepada negara. 

Selain itu, ia juga melihat keberadaan dana sawit yang juga bersumber dari petani sawit belum banyak memberikan manfaat. Kurang lebih ada Rp51 triliun dana sawit yang di kumpulkan dari tahun 2015 tetapi sebagai besar hanya untuk subsidi biodiesel sekitar Rp30,2 triliun sementara untuk petani hanya melalui program peremajaan sekitar Rp2,7 triliun sampai saat ini. Untuk itu meminta agar dana sawit disalurkan kepada petani tidak hanya melalui peremajaan tetapi juga untuk perbaikan dan peningkatan jalan kebun. 

"Karena kebutuhan petani itu berbeda-beda ada yang saat ini sudah mau peremajaan tetapi juga ada yang membutuhkan perbaikan jalan," tegasnya.



 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia