Minggu, 21 Juni 2026

SPKS Minta Pemerintah Bentuk Direktorat Khusus Pembangunan Sawit Berkelanjutan

Penulis : Imam Suhartadi
22 Apr 2021 | 15:04 WIB
BAGIKAN
Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) pada  Kamis (22/4), menggelar unjuk rasa di depan Kementerian Keuangan dan KPK
Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) pada Kamis (22/4), menggelar unjuk rasa di depan Kementerian Keuangan dan KPK

JAKARTA , investor.id – Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) pada Kamis (22/4), mengelar unjuk rasa di depan Kementerian Keuangan dan KPK dan menyampaikan 10 tuntutan.

Dalam tuntutannya, SPKS meminta Pemerintah melakukan reformasi terhadap tata kelola dan struktur kelembagaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang mengakomodir perwakilan petani dan segera membentuk direktorat khusus pembangunan sawit rakyat berkelanjutan.

“Kami juga meminta BPK dan KPK harus mengaudit dan menelusuri penggunaan dana. Ke depan kami menuntut adanya transparansi penggunaan anggaran BPDPKS ke publik,” kata  Mansuetus Darto, Sekretaris Jenderal SPKS dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/4).

Darto juga mengatakan, alokasi dana sawit seharusnya tidak mendiskriminasi petani. Kami mengajukan, perbandingan luas areal sawit seharusnya menjadi indikator dalam alokasi penggunaan sawit beserta tantangan yang dihadapi para pemangku kepentingan.

ADVERTISEMENT

Selain itu, petani menuntut agar dana hibah seharusnya dinaikan menjadi Rp 50 juta agar dapat mencukupi beban petani di masa replanting dan sawit yang belum berproduksi. Ini salah satu solusi kebijakan affirmatif pemerintah untuk petani.

“BPDPKS harus segera merealisasikan pembiayaan untuk Sapras melalui pembangunan Mini Mill (Pabrik Mini) untuk petani yang sudah dijanjikan Jokowi. Selain itu dana sawit harus diarahkan pada persoalan seperti infrastruktur, dan lain-lain,” tambahnya.

Terkait kenaikan pungutan CPO oleh BPDPKS, lanjut dia, SPKS meminta agar kebijakan itu dibatalkan, karena merugikan petani. Di tengah pandemi,kata dia, pemerintah perlu melindungi rakyatnya.

SPKS, kata dia, meminta pemerintah harus segera membuat aturan tata niaga dan rantai pasok biodiesel yang melibatkan petani dengan jalan kemitraan bersama koperasi petani pekebun swadaya

SPKS juga menilai, kebijakan Kementerian Keuangan menaikkan pungutan yang disesuaikan dengan harga CPO internasional kurang tepat. Potongan hingga mencapai US$250/ton itu membuat petani tidak akan menikmati harga buah sawit yang lebih baik.

Sebab, potongan itu merugikan petani sekitar Rp 500-700/ kg TBS. Dia pun meminta Biodiesel sebaiknya tidak disubsidi. 'Kami pun berharap BPDPKS menjadi lembaga yang mandiri,” pungkasnya.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia