Harga Perak Terseret Arus Sentimen Ganda
JAKARTA, investor.id - Harga perak kembali melemah pada hari Selasa (17/2/2026), saat investor menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tertunda, dan ketegangan geopolitik yang sedikit mereda selama akhir pekan.
Dipantau dari Kitco News, Rabu (18/2/2026) harga perak spot terpantau melemah 1,51% ke level US$ 72,30 per troy ons pada Selasa malam (17/2) waktu AS.
Harga perak spot terakhir ambles ke kisaran US$ 73,07 per troy ons, sementara harga perak berjangka turun 6% menjadi US$ 73,05 per troy ons.
Baru-baru ini, Iran dan AS bertemu untuk kedua kalinya dalam agenda pembicaraan nuklir di Jenewa, Swiss, dalam upaya mencegah konflik baru di Timur Tengah.
Analis di Deutsche Bank mencatat, meskipun harga perak telah diperdagangkan melemah sebesar US$ 7 di bawah harga riil yang disesuaikan pada tahun 1790 setelah ketegangan geopolitik kembali muncul di kawasan Timur Tengah.
ETF perak, termasuk ProShares Ultra Silver, juga melemah 10,8%, sementara iShares Silver Trust menurun sedikit lebih dari 5%.
Sebagai catatan, harga emas dan perak telah anjlok sejak akhir Januari 2026 karena investor bereaksi terhadap sentimen terkait langkah Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve, yang menyebabkan penguatan dolar AS. Harga perak berjangka anjlok 30% pada saat itu, menandai pelemahan terburuknya sejak Maret 1980.
Namun, aksi jual perak dan emas hanya berlangsung singkat, dengan harga kedua komoditas tersebut pulih kembali pada awal Februari 2026, meski mengalami beberapa fluktuasi.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






