Sabtu, 4 April 2026

Mewujudkan Visi WHO: Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C

Penulis : Dr. Chung-Liang Shih *)
1 Apr 2026 | 14:52 WIB
BAGIKAN
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Chung-Liang Shih. (Foto: Istimewa)
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Chung-Liang Shih. (Foto: Istimewa)

Selama beberapa dekade, hepatitis C telah menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global, dengan sekitar 58 juta orang hidup dengan infeksi kronis di seluruh dunia.

Meskipun belum tersedia vaksin, hepatitis C kini dapat disembuhkan melalui terapi antivirus kerja langsung (direct-acting antivirals/ DAA) yang sangat efektif, dengan durasi pengobatan hanya 8–12 minggu.

Menyadari peluang ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan Deklarasi Glasgow tentang Hepatitis Virus pada 2015, dengan target ambisius untuk memberantas hepatitis virus sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030.

Sejalan dengan Guidance for Country Validation of Viral Hepatitis Elimination dari WHO serta kerangka Path to Elimination (PTE), Taiwan telah mencapai target programatik Tingkat Emas (Gold Tier) untuk pemberantasan hepatitis C.

Advertisement

Pencapaian ini mencerminkan komitmen politik yang kuat serta integrasi sistematis upaya pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan hepatitis dalam sistem layanan kesehatan universal.

Melalui Layanan Kesehatan Preventif Dewasa untuk hepatitis B dan C, serta cakupan terapi DAA dalam program Asuransi Kesehatan Nasional, Taiwan telah memperluas akses terhadap skrining dan pengobatan secara signifikan.

Kebijakan ini secara efektif mengurangi hambatan finansial dan struktural dalam memperoleh layanan kesehatan. Hingga Juni 2025, diperkirakan 90,2% individu dengan hepatitis C kronis di Taiwan telah terdiagnosis, dan 92,6% dari mereka yang terdiagnosis telah menerima pengobatan DAA, melampaui tolok ukur Gold Tier WHO PTE.

Pencegahan dan keselamatan pasien tetap menjadi pilar utama dalam pemberantasan hepatitis C.

Taiwan memiliki tingkat keamanan 100% untuk kualitas transfusi darah dan suntikan medis. Program pengurangan dampak buruk yang komprehensif juga disediakan untuk memastikan akses luas terhadap peralatan suntik steril bagi pengguna narkoba suntik (PWID), dengan lebih dari 150 jarum suntik didistribusikan per orang per tahun.

Langkah-langkah ini sangat penting untuk mengurangi infeksi baru dan mempertahankan capaian pemberantasan Hepatitis C dalam jangka panjang.

Sejalan dengan prinsip WHO dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yaitu “tidak meninggalkan siapa pun”, Taiwan memprioritaskan kelompok berisiko tinggi dan mereka yang menghadapi hambatan akses layanan kesehatan.

Cakupan skrining dan pengobatan yang tinggi telah dicapai pada orang yang hidup dengan HIV, pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir, individu yang menjalani terapi agonis opioid, serta populasi di lembaga pemasyarakatan. Hasil ini mencerminkan keadilan dan inklusivitas sistem kesehatan Taiwan.

Selama dua dekade terakhir, Taiwan mencatat penurunan signifikan dalam insiden dan angka kematian akibat kanker hati—tren yang berkaitan erat dengan kebijakan pencegahan dan pengobatan hepatitis yang telah lama diterapkan.

Pencapaian ini, yang dipaparkan dalam Laporan Eliminasi Hepatitis C Taiwan, merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, otoritas kesehatan masyarakat, penyedia layanan kesehatan, serta organisasi masyarakat sipil. Kemauan politik yang kuat, didukung oleh sistem surveilans yang kokoh dan pelaporan data yang transparan, menjadi fondasi utama keberhasilan ini.

Seiring dunia bergerak menuju target pemberantasan hepatitis 2030, “Model Taiwan” menunjukkan bahwa memberantas hepatitis dapat dicapai ketika ilmu pengetahuan, komitmen politik, dan prinsip keadilan berjalan selaras.

Taiwan telah mengajukan Laporan Pemberantasan Hepatitis C kepada Kantor Regional WHO Pasifik Barat untuk validasi dalam kerangka Gold Tier PTE. Kami menantikan pengakuan internasional atas kepemimpinan dan kontribusi Taiwan dalam upaya eliminasi hepatitis.

Taiwan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan komunitas internasional serta berbagi pengalaman guna mempercepat kemajuan menuju dunia bebas hepatitis C.

*) Penulis adalah Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 26 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 29 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 38 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 42 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 50 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia