Harga Emas Bangun dari Level Terendah, Bakal Ada Sinyal Penting
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia naik pada Rabu siang (18/2/2026), bangkit dari level terendah dalam sepekan yang sempat tercapai pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis risalah rapat kebijakan moneter Januari dari The Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat (AS).
Harga emas hari ini spot naik 0,99% menjadi US$ 4.925,63 per ons troi saat berita ditulis, setelah sehari sebelumnya anjlok lebih dari 2%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 0,82% ke level US$ 4.946,16 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, analis senior IndusInd Securities, Jigar Trivedi, memperkirakan harga emas sepanjang tahun ini akan bergerak dalam kisaran lebar, yakni US$4.700 hingga US$5.100 per ons troi.
Pelaku pasar kini menanti risalah rapat Januari The Fed untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga. Selain itu, perhatian juga tertuju pada data inflasi AS yang diukur melalui indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) Desember yang akan dirilis Jumat mendatang.
Berdasarkan proyeksi CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama akan terjadi pada Juni. Secara umum, emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Sejumlah pejabat bank sentral AS juga memberikan sinyal beragam. Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa beberapa kali penurunan suku bunga masih mungkin dilakukan tahun ini jika inflasi kembali bergerak menuju target 2%.
Namun di sisi lain, Gubernur The Fed Michael Barr menilai penurunan suku bunga berikutnya kemungkinan belum akan terjadi dalam waktu dekat mengingat risiko inflasi yang masih membayangi.
Sentimen Geopolitik
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






