Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Bangun dari Level Terendah, Bakal Ada Sinyal Penting

Penulis : Indah Handayani
18 Feb 2026 | 14:10 WIB
BAGIKAN
Seorang tukang emas memberi cap pada batangan emas di bengkelnya di Grand Bazaar Teheran, Iran, Sabtu (29/11/2025). (Foto: AP/ Vahid Salemi)
Seorang tukang emas memberi cap pada batangan emas di bengkelnya di Grand Bazaar Teheran, Iran, Sabtu (29/11/2025). (Foto: AP/ Vahid Salemi)

JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia naik pada Rabu siang (18/2/2026), bangkit dari level terendah dalam sepekan yang sempat tercapai pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis risalah rapat kebijakan moneter Januari dari The Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat (AS).

Harga emas hari ini spot naik 0,99% menjadi US$ 4.925,63 per ons troi saat berita ditulis, setelah sehari sebelumnya anjlok lebih dari 2%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 0,82% ke level US$ 4.946,16 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, analis senior IndusInd Securities, Jigar Trivedi, memperkirakan harga emas sepanjang tahun ini akan bergerak dalam kisaran lebar, yakni US$4.700 hingga US$5.100 per ons troi.

Pelaku pasar kini menanti risalah rapat Januari The Fed untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga. Selain itu, perhatian juga tertuju pada data inflasi AS yang diukur melalui indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) Desember yang akan dirilis Jumat mendatang.

Berdasarkan proyeksi CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama akan terjadi pada Juni. Secara umum, emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Sejumlah pejabat bank sentral AS juga memberikan sinyal beragam. Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa beberapa kali penurunan suku bunga masih mungkin dilakukan tahun ini jika inflasi kembali bergerak menuju target 2%.

Namun di sisi lain, Gubernur The Fed Michael Barr menilai penurunan suku bunga berikutnya kemungkinan belum akan terjadi dalam waktu dekat mengingat risiko inflasi yang masih membayangi.

Sentimen Geopolitik

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 10 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 17 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 21 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 25 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 51 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 54 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia