Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Masih Bertenaga, Ini Prediksi Para Ahli

Penulis : Indah Handayani
9 Mar 2026 | 03:59 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.idHarga emas dunia diperkirakan masih berpeluang menguat pada pekan ini meskipun pasar sempat bergejolak akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. Sejumlah ahli menilai tren jangka panjang logam mulia masih positif dengan level psikologis US$ 5.000 per ons troi tetap menjadi penopang kuat.

Dikutip dari Kitco, sepanjang pekan lalu, harga emas bergerak volatil setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran pasar global. Logam mulia sempat melonjak di atas US$ 5.400 per ons troi pada awal perdagangan, tetapi kemudian terkoreksi seiring pasar mulai mencerna dampak konflik tersebut terhadap perekonomian global.

Pada akhir perdagangan Jumat (6/3/2026), harga emas spot ditutup melonjak 1,85% di level US$ 5.171,5 per ons troi setelah bergerak dalam fase konsolidasi selama beberapa hari.

Advertisement

Survei mingguan yang dilakukan Kitco News menunjukkan analis Wall Street masih terbelah mengenai arah harga emas dalam jangka pendek. Namun, mayoritas tetap melihat peluang kenaikan.

Presiden dan COO Asset Strategies International Rich Checkan memperkirakan, harga emas akan kembali naik setelah investor menilai kembali dampak konflik geopolitik. “Premi perang biasanya hanya memicu pergerakan jangka pendek, sementara fundamental seperti kebijakan moneter dan permintaan global tetap menjadi pendorong utama harga emas,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Senior Market Strategist di Forex.com James Stanley mengatakan, emas masih memiliki peluang naik karena mampu bertahan di atas level psikologis US$ 5.000 per ons troi. “Support di sekitar US$ 5.000 per ons troi masih sangat kuat. Level ini bisa menjadi titik masuk menarik bagi investor menjelang pekan ini,” ujarnya.

Senior Market Analyst di Barchart Darin Newsom juga menilai tren jangka panjang emas masih bullish meskipun pasar sempat mengalami aksi jual. “Minat pembelian dari bank sentral dunia dan investor jangka panjang masih menjadi faktor penting yang menopang kenaikan harga emas,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Adrian Day Asset Management Adrian Day menambahkan, peristiwa geopolitik biasanya hanya memberi dampak sementara terhadap harga emas. Namun, ia memperkirakan harga emas tetap berpotensi naik dalam beberapa waktu ke depan karena faktor moneter global yang selama ini mendorong kenaikan logam mulia masih tetap kuat.

Peluang Naik Masih Terbuka

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 2 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 3 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 4 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 4 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia