Harga Emas Masih Bertenaga, Ini Prediksi Para Ahli
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang menguat pada pekan ini meskipun pasar sempat bergejolak akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. Sejumlah ahli menilai tren jangka panjang logam mulia masih positif dengan level psikologis US$ 5.000 per ons troi tetap menjadi penopang kuat.
Dikutip dari Kitco, sepanjang pekan lalu, harga emas bergerak volatil setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran pasar global. Logam mulia sempat melonjak di atas US$ 5.400 per ons troi pada awal perdagangan, tetapi kemudian terkoreksi seiring pasar mulai mencerna dampak konflik tersebut terhadap perekonomian global.
Pada akhir perdagangan Jumat (6/3/2026), harga emas spot ditutup melonjak 1,85% di level US$ 5.171,5 per ons troi setelah bergerak dalam fase konsolidasi selama beberapa hari.
Survei mingguan yang dilakukan Kitco News menunjukkan analis Wall Street masih terbelah mengenai arah harga emas dalam jangka pendek. Namun, mayoritas tetap melihat peluang kenaikan.
Presiden dan COO Asset Strategies International Rich Checkan memperkirakan, harga emas akan kembali naik setelah investor menilai kembali dampak konflik geopolitik. “Premi perang biasanya hanya memicu pergerakan jangka pendek, sementara fundamental seperti kebijakan moneter dan permintaan global tetap menjadi pendorong utama harga emas,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Senior Market Strategist di Forex.com James Stanley mengatakan, emas masih memiliki peluang naik karena mampu bertahan di atas level psikologis US$ 5.000 per ons troi. “Support di sekitar US$ 5.000 per ons troi masih sangat kuat. Level ini bisa menjadi titik masuk menarik bagi investor menjelang pekan ini,” ujarnya.
Senior Market Analyst di Barchart Darin Newsom juga menilai tren jangka panjang emas masih bullish meskipun pasar sempat mengalami aksi jual. “Minat pembelian dari bank sentral dunia dan investor jangka panjang masih menjadi faktor penting yang menopang kenaikan harga emas,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden Adrian Day Asset Management Adrian Day menambahkan, peristiwa geopolitik biasanya hanya memberi dampak sementara terhadap harga emas. Namun, ia memperkirakan harga emas tetap berpotensi naik dalam beberapa waktu ke depan karena faktor moneter global yang selama ini mendorong kenaikan logam mulia masih tetap kuat.
Peluang Naik Masih Terbuka
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






