Ether dan Bitcoin (BTC) Merosot Lagi, Sentimen Risk-Off Hantui Pasar Kripto
NEW YORK, investor.id – Setelah sempat stabil di awal pekan, dua aset kripto terbesar di dunia kembali tergelincir pada Selasa (10/2/2026). Sentimen bearish (tren menurun) yang kuat kembali menekan aset digital, memicu aksi jual di tengah kurangnya minat risiko dari para investor.
Ether (ETH), yang mencatatkan kerugian lebih dalam dibandingkan Bitcoin sejak aksi jual besar-besaran pada Oktober 2025, jatuh hingga 6% ke level US$ 1.994. Pada pukul 05.20 waktu New York, Ether diperdagangkan di kisaran US$ 2.012 menurut catatan Bloomberg internasional, Selasa.
Bitcoin Gagal Bertahan di Level Psikologis
Bitcoin (BTC) juga mengalami penurunan sebesar 2,4% ke angka US$ 68.666. Padahal, sepanjang akhir pekan lalu, Bitcoin sempat bertahan di angka US$ 70.000 sebelum akhirnya merosot pada Senin (9/2/2026) kemarin.
Pekan ini menjadi periode yang cukup berat bagi Bitcoin. Seluruh keuntungan yang diraih sejak terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) pada akhir 2024 kini telah menguap. Meski pemerintahan Trump dikenal pro-kripto, Bitcoin justru mencatatkan tren penurunan bulanan terpanjang sejak 2018.
Analisis Pasar: Sinyal Negatif Masih Kuat
Rachael Lucas, analis dari BTC Markets, menjelaskan struktur pasar Ether masih berada dalam kondisi bearish setelah gagal bertahan di kisaran US$ 2.800 hingga US$ 3.000. Ia menambahkan aksi jual ini dipicu oleh sentimen macro risk-off, di mana investor cenderung menghindari aset berisiko.
Sinyal negatif juga terlihat jelas di pasar derivatif. Tingkat pendanaan (funding rates) untuk kontrak berjangka abadi (perpetual futures) Bitcoin tetap berada di bawah nol. Hal ini menunjukkan mayoritas pedagang masih memasang posisi untuk mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut.
Aliran Dana Keluar dari ETF
Ketidakpastian pasar tercermin dari aliran dana keluar yang masif pada instrumen Exchange-Traded Fund (ETF). Sejak kehancuran pasar di awal Oktober 2025:
- ETF Ether: Investor telah menarik dana sebesar US$ 3,2 miliar, dengan US$ 462 juta di antaranya ditarik tahun ini saja.
- ETF Bitcoin: Mencatatkan arus keluar sebesar US$ 7,9 miliar, di mana US$ 1,8 miliar ditarik sepanjang tahun berjalan ini.
Mengenal Sentimen Risk-Off dan Dampaknya pada Kripto
Dalam dunia investasi, dikenal dua kondisi psikologi pasar utama: Risk-On dan Risk-Off. Kondisi Risk-Off terjadi ketika investor merasa cemas terhadap situasi ekonomi atau geopolitik global, sehingga mereka menarik modal dari aset berisiko tinggi (seperti kripto dan saham teknologi) dan memindahkannya ke aset yang dianggap aman (safe haven) seperti emas atau obligasi pemerintah.
Meskipun narasi "Bitcoin adalah emas digital" sering digaungkan, pergerakan harga belakangan ini menunjukkan bahwa kripto masih sangat berkorelasi dengan pasar saham dan sangat sensitif terhadap kebijakan moneter AS.
Penurunan yang berkelanjutan ini menunjukkan dukungan politik dari pemerintah yang pro-kripto sekalipun tidak cukup kuat untuk melawan tekanan ekonomi makro jika kepercayaan investor secara keseluruhan sedang goyah.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





