Minggu, 5 April 2026

Hingga September, Restrukturisasi Kredit BTN Rp 52 Triliun

Penulis : Tri Murti / Primus Dorimulu
14 Des 2020 | 11:22 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury
Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury

JAKARTA, investor.id  – Pandemi Covid-19 sangat memengaruhi PT Bank BTN Tbk (BBTN)  BTN. Hingga September 2020, total restrukturisasi kredit di bank BTN sekitar Rp 52 triliun. Jumlah itu men capai sekitar 21% dari total por tfolio yang dimiliki bank BTN.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Jumat (11/12).  

Acara tersebut juga dihadiri Direktur Finance, Treasury & Strategy BTN Nixon LP Napitupulu dan Direktur Remedial & Wholesale Risk BTN Elisabeth Novie Riswanti.

“Kurang lebih 80% dari nasabah yang kita lakukan restrukturisasi adalah nasabah KPR. Jadi implikasi yang paling besar tentunya adalah terhadap restrukturisasi yang sangat besar, meningkatnya risiko dari portofolio kita, tapi juga tentunya adalah pertumbuhan kredit yang mengalami penurunan. Tapi alhamdulilah sebetulnya mulai Agustus-September pertumbuhan kredit sudah pelan-pelan membaik,” katanya.

ADVERTISEMENT
Hingga September, Restrukturisasi Kredit BTN Rp 52 Triliun
Kredit BTN per November 2020

Kedua, perlambatan sektor ekonomi turut dirasakan sektor perbankan dan properti tapi kalau kita lihat memang sektor properti khususnya real estate perumahan, tapi harga property untuk tipe rumah 36 dan 45 justru masih ada perbaikan.

“Jadi di satu sisi menurut Bank Indonesia harga property residensial tumbuh 1,19%, tapi kalau kita lihat sebetulnya harga rumah untuk tipe 36 dan tipe 45 masih baik. Pertumbuhan tipe 36 masih di atas 4,45% dan tipe 45 di kisaran 4,25%,” katanya.

Dia menjelaskan, pembeli rumah tipe 36 sama 45 adalah  untuk ditinggali, bukan untuk rumah kedua atau ketiga.

“Jadi, meskipun sektor perbankan melambat dan sektor properti juga melambat tapi tetap ada ruang buat pertumbuhan, khususnya adalah untuk segmen-segmen sektor yang lebih kecil,” jelasnya. (mwd/jn)

Baca juga

https://investor.id/finance/btn-bidik-best-mortgage-di-asia-tenggara-pada-2025

https://investor.id/finance/btn-bidik-best-mortgage-di-asia-tenggara-pada-2025

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia