Ini Tiga Tantangan Pengembangan Bank Syariah
JAKARTA, investor.id – Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menilai pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia pada tahun depan masih menghadapi sejumlah tantangan. Antara lain yang terkait dengan daya saing, jangkauan jaringan, serta tingkat literasi dan inklusi bank syariah.
Dari sisi daya saing, jumlah bank syariah masih jauh tertinggal dari bank konvensional. Jumlahnya baru 12 bank, sementara bank konvensional ada 96 bank. Bahkan berdasarkan kategorinya, belum ada bank syariah yang masuk dalam bank BUKU IV. Sementara itu dari sisi jangkauan jaringan, share outlet bank Syariah terhadap bank umum juga hanya 7,7%.
“Jumlah outlet bank syariah per 1 juta penduduk hanya sembilan, sementara bank umum 114 per 1 juta penduduk,” kata Banjaran Surya dalam webinar bertajuk “Sharia Economic Outlook 2022” yang digelar Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Rabu (15/12/2021).
Tantangan berikutnya terkait tingkat literasi dan inklusi bank syariah yang masih rendah. Untuk tingkat literasi baru 8,9% dibandingkan bank konvensional yang sudah 37,7%. Sedangkan tingkat inklusi bank syariah baru 9,1% dibandingkan bank konvensional yang sudah 75,3%.
“Jadi memang tiga hal ini menjadi tantangan, tetapi masih banyak potensi yang perlu digali, di mana industri perbankan di Indonesia secara umum memberikan pertumbuhan dan return tertinggi di antara negara besar di dunia. Selain itu, terdapat preferensi masyarakat yang kuat untuk perbankan syariah, sehingga pertumbuhan bank syariah melampaui bank konvensional dengan potensi pasar yang sangat besar,” kata Banjaran.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






