Top! Friderica Widyasari Ingin Sejahterakan Masyarakat Lewat Peningkatan Edukasi dan Literasi Keuangan
JAKARTA, investor.id - Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Kiki, calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen mengatakan, peningkatan edukasi dan literasi menjadi syarat mutlak untuk mensejahterakan masyarakat. Hal itu penting mengingat banyaknya korban dari maraknya investasi bodong di tengah pandemi Covid-19.
Kiki menyebutkan, meski selama tahun 2020-2021 Satgas Waspada Investasi telah menutup 445 penawaran investasi ilegal, 1.837 fintech ilegal, dan 92 gadai ilegal, namun tak bisa dipungkiri keberadaannya terus ada. Apalagi, investasi bodong tersebut memamerkan kehidupan mewah yang bisa didapatkan secara instan, meski hal tersebut semu adanya.
“Ini pentingnya bagaimana kita bisa menuju masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta penguatan perlindungan konsumen. Ini adalah visi yang ingin saya bawa ketika nanti Insya Allah mendapatkan amanah sebagai ADK OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen. Karena produk keuangan seharusnya membawa masyarakat lebih sejahtera,” ungkapnya dalam fit and proper test calon anggota DK OJK di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (06/04/2022).
Ia pun sudah memiliki target edukasi dan perlindungan konsumen secara jangka panjang 2022-2027. Di mana, rata-rata kenaikan indeks literasi keuangan ditargetkan tumbuh 3%-4% per tahun sehingga menjadi 62%-70% pada tahun 2027, dari tahun 2019 sebesar 38,03%. Kemudian, rata-rata kenaikan indeks inklusi keuangan ditargetkan tumbuh 3% per tahun sehingga menjadi 95% pada tahun 2027, dari tahun 2019 sebesar 76,19%.
“Sehingga pada tahun 2024 tercapai sesuai target inklusi yang ditetapkan presiden sebesar 90% dan di 2027 bisa lebih dari 97%,” imbuh Kiki.
Lebih lanjut, OJK menurutnya punya peranan yang amat dominan dalam hal perlindungan konsumen. Di mana, sesuai UU OJK jelas tercantum bahwa OJK harus bisa melindungi konsumen keuangan, mulai dari mencegah kerugian, edukasi literasi, bahkan bisa menghentikan produk yang berpotensi merugikan.
“Semua kewenangan eksekutif ada di undang-undang. Seharusnya kita sebagai ADK kolektif kolegial, itu tidak melihat per bidang karena kesuksesan satu bidang akan mempengaruhi sukses yang lain, tidak mungkin kita sukses sendiri. Stabilitas sistem keuangan itu harus dijaga bersama dan satu sama lain harus trust. Set the tone di awal penting untuk kita satu board, kolektif, kolegial,” tegas Kiki.
Sementara itu, terkait investasi di keuangan digital, Kiki menilai hal tersebut tak bisa dihindari. Bahkan, daripada capital outflow, sebaliknya regulator perlu membuka diri terhadap jenis instrumen investasi tersebut dan mengaturnya secara lebih bijak. “Perlindungan konsumen bukan pemadam kebakaran, ini siklus yang saling berkaitan, harus dipikirkan dari awal ketika mendesain produk,” tegasnya.
Untuk diketahui, Friderica Widyasari Dewi saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas sejak 10 Februari 2020. Ia pernah menempuh pendidikan Doktor Program Studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Universitas Gadjah Mada (2019). Sempat berkuliah di luar negeri, mengenyam Magister Administrasi Bisnis, California State University (2004).
Adapun, perempuan yang sempat menjadi artis sinetron tersebut menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Manajemen, Universitas Gadjah Mada (2001). Sepulangnya berkuliah di California, Kiki memilih untuk bekerja sebagai eksekutif alih-alih meneruskan karir di dunia hiburan. Hingga menjadi Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (2009-2015). Kiki di kelembagaan juga menjabat sebagai Ketua IV Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Kariernya berlanjut di self regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia menjadi Direktur Keuangan pada 2015-2016. Selanjutnya menjabat sebagai Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 2016-2019, sebelum akhirnya menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas hingga saat ini.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



