Minggu, 5 April 2026

Top! Friderica Widyasari Ingin Sejahterakan Masyarakat Lewat Peningkatan Edukasi dan Literasi Keuangan

Penulis : Lona Olavia
6 Apr 2022 | 17:53 WIB
BAGIKAN
Calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi
Calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi

JAKARTA, investor.id - Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Kiki, calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen mengatakan, peningkatan edukasi dan literasi menjadi syarat mutlak untuk mensejahterakan masyarakat. Hal itu penting mengingat banyaknya korban dari maraknya investasi bodong di tengah pandemi Covid-19.

Kiki menyebutkan, meski selama tahun 2020-2021 Satgas Waspada Investasi telah menutup 445 penawaran investasi ilegal, 1.837 fintech ilegal, dan 92 gadai ilegal, namun tak bisa dipungkiri keberadaannya terus ada. Apalagi, investasi bodong tersebut memamerkan kehidupan mewah yang bisa didapatkan secara instan, meski hal tersebut semu adanya.

“Ini pentingnya bagaimana kita bisa menuju masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta penguatan perlindungan konsumen. Ini adalah visi yang ingin saya bawa ketika nanti Insya Allah mendapatkan amanah sebagai ADK OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen. Karena produk keuangan seharusnya membawa masyarakat lebih sejahtera,” ungkapnya dalam fit and proper test calon anggota DK OJK di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (06/04/2022).

ADVERTISEMENT

Ia pun sudah memiliki target edukasi dan perlindungan konsumen secara jangka panjang 2022-2027. Di mana, rata-rata kenaikan indeks literasi keuangan ditargetkan tumbuh 3%-4% per tahun sehingga menjadi 62%-70% pada tahun 2027, dari tahun 2019 sebesar 38,03%. Kemudian, rata-rata kenaikan indeks inklusi keuangan ditargetkan tumbuh 3% per tahun sehingga menjadi 95% pada tahun 2027, dari tahun 2019 sebesar 76,19%.

“Sehingga pada tahun 2024 tercapai sesuai target inklusi yang ditetapkan presiden sebesar 90% dan di 2027 bisa lebih dari 97%,” imbuh Kiki.

Lebih lanjut, OJK menurutnya punya peranan yang amat dominan dalam hal perlindungan konsumen. Di mana, sesuai UU OJK jelas tercantum bahwa OJK harus bisa melindungi konsumen keuangan, mulai dari mencegah kerugian, edukasi literasi, bahkan bisa menghentikan produk yang berpotensi merugikan.

“Semua kewenangan eksekutif ada di undang-undang. Seharusnya kita sebagai ADK kolektif kolegial, itu tidak melihat per bidang karena kesuksesan satu bidang akan mempengaruhi sukses yang lain, tidak mungkin kita sukses sendiri. Stabilitas sistem keuangan itu harus dijaga bersama dan satu sama lain harus trust. Set the tone di awal penting untuk kita satu board, kolektif, kolegial,” tegas Kiki.

Sementara itu, terkait investasi di keuangan digital, Kiki menilai hal tersebut tak bisa dihindari. Bahkan, daripada capital outflow, sebaliknya regulator perlu membuka diri terhadap jenis instrumen investasi tersebut dan mengaturnya secara lebih bijak. “Perlindungan konsumen bukan pemadam kebakaran, ini siklus yang saling berkaitan, harus dipikirkan dari awal ketika mendesain produk,” tegasnya.

Untuk diketahui, Friderica Widyasari Dewi saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas sejak 10 Februari 2020. Ia pernah menempuh pendidikan Doktor Program Studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Universitas Gadjah Mada (2019). Sempat berkuliah di luar negeri, mengenyam Magister Administrasi Bisnis, California State University (2004).

Adapun, perempuan yang sempat menjadi artis sinetron tersebut menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Manajemen, Universitas Gadjah Mada (2001). Sepulangnya berkuliah di California, Kiki memilih untuk bekerja sebagai eksekutif alih-alih meneruskan karir di dunia hiburan. Hingga menjadi Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (2009-2015). Kiki di kelembagaan juga menjabat sebagai Ketua IV Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Kariernya berlanjut di self regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia menjadi Direktur Keuangan pada 2015-2016. Selanjutnya menjabat sebagai Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 2016-2019, sebelum akhirnya menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas hingga saat ini.



 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia