Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tim Juri Majalah Investor Best Bank 2022. Proses penjuarian Bank Terbaik 2022 dimulai dengan melakukan seleksi awal, kemudian menggunakan 12 kriteria penilaian, hingga penetapan 18 bank terbaik dan 2 bank peraih penghargaan khusus.

Tim Juri Majalah Investor Best Bank 2022. Proses penjuarian Bank Terbaik 2022 dimulai dengan melakukan seleksi awal, kemudian menggunakan 12 kriteria penilaian, hingga penetapan 18 bank terbaik dan 2 bank peraih penghargaan khusus.

18 Bank Terpilih SebagaiBank Terbaik 2022, Berikut Kriteria dan Proses Seleksinya

Senin, 30 Mei 2022 | 09:02 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id) ,Komang Darmawan (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pemulihan ekonomi yang berlangsung sejak kuartal II-2021 berbanding lurus dengan performa kinerja fundamental dan bisnis perbankan nasional. Secara umum kinerja bank tumbuh impresif dibanding kinerja tahun buku 2020. Salah satu indikator terlihat dari perolehan laba operasional bank yang tumbuh 33,89% secara year on year (yoy) menjadi Rp 140,2 triliun selama tahun 2021. Pada tahun 2020, laba operasional bank tercatat hanya Rp 137 triliun.

Raihan laba operasional 2021 memang masih lebih rendah dibanding tahun buku 2019 atau sebelum era pandemi Covid-19, dimana bank nasional mampu mencetak laba operasional sebesar Rp 196 triliun. Namun pertumbuhan yang terjadi di 2021 menghadirkan optimisme untuk meraih pertumbuhan yang lebih baik di tahun ini.

Meski secara umum kinerja fundamental bank tampak mulai mengkilap, tetapi secara individual, tidak semua bank bisa tumbuh optimal. Strategi dan langkah-langkah pengelolaan bisnis menjadi penentu seberapa besar pertumbuhan yang bisa dibukukan oleh sebuah bank. Terlebih tantangan perbankan juga masih cukup berat.

Gambaran atas dinamika kinerja bank tadi terlihat dalam proses pemeringkatan bank yang dilakukan oleh Majalah Investor. Berdasarkan data kinerja bank 2021 yang menjadi acuan penilaian, hampir semua bank-bank papan atas ‘menikmati’ pertumbuhan yang optimal, namun untuk bank-bank skala menangah-kecil kondisi kinerjanya beragam.

Juri Pemeringkatan Bank 2022 Soebowo Musa menilai, kondisi individual bank-bank papan atas cukup baik, bahkan perbedaan perolehan kinerja relatif tipis. “Untuk itu bank-bank papan atas layak diapreasiasi,” ujarnya.

Adapun bank-bank skala menegah dan kecil juri harus lebih selektif pada bank yang memang benar-benar mampu membukukan kinerja meyakinkan untuk dipilih sebagai bank terbaik.

Sebagai catatan, pemeringkatan bank yang dilakukan Majalah Investor merupakan agenda rutin yang konsisten dilakukan setiap tahun. Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi BeritaSatu Media Holdings pada bank-bank yang berhasil meraih kinerja fundamental terbaik, sekaligus memotivasi bank agar terus berinovasi dan menjalankan pengelolaan bisnis dengan tepat agar dapat mengoptimalkan pertumbuhan kinerjanya.

Selain Soebowo Musa, tim juri pemeringkatan bank tahun ini diperkuat oleh Direktur Equator Swarna Investama Hans Kwee serta Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu.

Dari proses pemeringkatan dengan menggunakan 12 kriteria penilaian kinerja fundamental, Tim Juri memutuskan 18 bank berhak mendapat penghargaan sebagai bank terbaik. Selain itu dipilih dua bank peraih penghargaan khusus terkait layanan wealth management.

Pemberian penghargaan pada 20 bank terpilih dilakukan sore ini, Senin (30/65/2022) dan akan disiarkan secara langsung di BeritaSatu News Channel pukul 14.30-16.00 WIB. “Majalah Investor Best Bank 2022” juga dapat disaksikan lewat kanal media sosial @Beritasatu baik di Youtube, Facebook maupun Instagram.

Lebih lanjut Soebowo memaparkan, 18 pemenang bank terbaik 2022 terbagi dalam empat kategori berdasar kekuatan modal inti. Pengelompokan ini sudah disesuaikan dengan aturan baru yang dibuat Otoritas Jasa Keuangan, yaitu POJK No 12/POJK.03/2021 tentang pengelompokan bank berdasar modal inti.

Pertama, kategori bank umum dengan modal inti Rp 70 triliun ke atas (Kelompok Bank berdasar Modal Inti/KBMI 4). Kedua, kategori bank dengan modal inti Rp 14 triliun – 70 triliun (KBMI 3), ketiga, kategori bank dengan modal inti Rp 6 triliun – 14 triliun (KBMI 2), dan bank dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun (KBMI 1). Bank milik Pemerintah Daerah ditempatkan pada kategori berbeda, yaitu kategori BPD dengan modal inti Rp 14 triliun sampai Rp 70 triliun, BPD dengan modal inti Rp 6 triliun sampai Rp 14 triliun, dan BPD dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun.

Adapun proses seleksi dimulai dengan melakukan seleksi awal, kemudian bank-bank yang lolos seleksi awal akan diadu dengan menggunakan 12 kriteria, dan bank yang meraih skor tertinggi pada masing-masing kategori dipilih sebagai pemenang.

Terkait seleksi awal, Tim Juri menggunakan kriteria yang terdiri dari; Harus memenuhi CAR (capital adequacy ratio) minimal 8% per Desember 2021, laporan keuangan tidak disclaimer, GWM (giro wajib minimum) 8% dengan memperhitungkan insentif LDR. Untuk bank nasional, harus memiliki aset minimal Rp 1 triliun. Selain itu, bank harus mampu mencatat laba operasional dan laba bersih positif, serta tidak terkena sanksi dari otoritas.

Dari 107 bank yang beroperasi pada Mei 2022, hanya 73 bank diikutkan dalam pemeringkatan. Sebanyak 20 bank tidak diikutkan dalam pemeringkatan karena berbagai alasan. Namun, tak semua bank yang tidak ikut diperingkat merupakan bank yang terganjal seleksi. Bank syariah misalnya, memang sengaja tidak diikutkan dalam pemeringkatan karena memiliki karakteristik khusus. Bank asing juga tidak diikutkan dalam pemeringkatan.

12 Kriteria Seleksi

Setelah dinyatakan lolos seleksi awal, 73 bank kemudian dievaluasi dengan menggunakan 12 kriteria pemeringkatan.

Proses pemeringkatan mengacu pada hasil penilaian terhadap masing-masing kriteria. Bank yang berada di posisi atas mendapat skor tertinggi sesuai rentang sebarannya, menyusul skor lebih rendah untuk rentang di bawahnya.

Parameter yang diukur dalam pemeringkatan ini adalah CAR Desember 2021, NPL (non performing loan) Desember 2021, ROA (return on aset) Desember 2021, ROE (return on equity) Desember 2021, NIM (net interest margin), BOPO (beban operasi dibandingkan pendapatan operasional), LDR (loan to deposit ratio), rasio pendapatan operasional nonbunga (pendapatan operasional lain dibandingkan dengan total pendapatan).

Tiga kriteria lain adalah pertumbuhan kredit 2020-2021, pertumbuhan laba operasi 2020-2021, dan rasio biaya terhadap aset. Sebagai lembaga intermediasi, tugas bank adalah menghimpun dana masyarakat, lalu menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit.

Makin besar kredit yang disalurkan, menunjukkan makin baik kinerja bank itu dalam menjalankan fungsi intermediasi. Tentu saja, penyaluran kredit harus dilandasi prinsip kehati-hatian dan analisis bisnis yang cermat. Memang, di satu sisi, bank dituntut untuk menggenjot penyaluran kredit, tapi di sisi lain, bank juga harus mampu menekan kredit bermasalah atau NPL. Kalau tidak bisa menekan NPL, maka bank itu akan terjebak dalam masalah kredit macet, yang bisa menekan kinerjanya. Dalam rasio keuangan, penyaluran kredit suatu bank tercermin pada angka LDR. Rasio ini menunjukkan besarnya yang tersalur dibandingkan dengan dana masyarakat yang dihimpun.

Mengingat fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi, maka indikator LDR ini dinilai penting. Sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, Perbankan Nasional diharapkan dapat mencapai LDR optimal pada kisaran 78- 94%. Selain rasio LDR dan NPL, indikator NIM (net interest margin) dan permodalan juga mendapat perhatian. Pembobotan dipilah berdasar tiga kelompok kriteria, yaitu 5% untuk compliance (CAR dan LDR), 55% untuk performance dan 40% untuk growth.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com