Minggu, 21 Juni 2026

Suku Bunga Tren Naik, KPR Syariah Dinilai Lebih Menarik

Penulis : Novy Lumanauw
12 Jul 2022 | 10:38 WIB
BAGIKAN
Bank BTN Bersama Developer Gelar Akad KPR Massal Rumah Subsidi, (istimewa)
Bank BTN Bersama Developer Gelar Akad KPR Massal Rumah Subsidi, (istimewa)

JAKARTA, Investor.id – Perbankan syariah memiliki kesempatan untuk menggenjot pembiayaan kepemilikan rumah mulai Semester II-2022. Hal ini seiring dengan proyeksi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) yang telah bertahan selama 17 bulan terakhir.

BI menetapkan suku bunga acuan ke level paling rendah sepanjang sejarah pada Februari 2021 yakni menjadi 3,5%. Penurunan ini dilakukan secara bertahap setelah BI-7DRR menyentuh 6% pada Juni 2019.

Kendati demikian, perekonomian global dibayangi inflasi tinggi, sehingga Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) mendorong kenaikan suku bunga acuan lebih agresif. Hal itu dinilai cepat atau lambat akan mempengaruhi suku bunga acuan di Indonesia untuk kembali merangkak lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menjelaskan, di tengah tren kenaikan suku bunga acuan, bank syariah memiliki nilai jual lebih tinggi, dibandingkan dengan bank konvensional dalam memasarkan pembiayaan kepemilikan rumah atau lebih dikenal dengan KPR syariah.

“Saat BI rate naik, bank konvensional akan dalam posisi mau tidak mau menaikan suku bunga KPR mengikuti pasar [floating]. Bank syariah sudah dalam posisi menjual pembiayaan dengan cicilan tetap, sehingga tidak ada kenaikan cicilan,” kata Amin di Jakarta, Selasa (12/7/2022).

Dari sudut pandang konsumen, kata Amin, cicilan tetap akan lebih menarik dibandingkan dengan produk yang menawarkan suku bunga tak tetap mengikuti suku bunga acuan yang berangsur naik. Terlebih kondisi perekonomian ke depan dibayangi ketidakpastian tinggi seiring dengan konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

“Ada dua kesempatan di sini bagi bank syariah, ambil nasabah baru, atau ambil nasabah existing KPR bank konvensional,” tambah Amin. Namun untuk mengambil kesempatan tersebut, dibutuhkan keberanian dan perhitungan yang matang. Bank syariah bisa bermain lebih agresif dengan menyasar generasi milenial. Salah satu syaratnya adalah berani menawarkan tenor panjang seperti KPR milenial yang diberikan bank konvensional.

Hal ini terkait pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya pernah menyinggung bahwa generasi milenial akan sulit membeli rumah, dikarenakan lonjakan inflasi. Hal itu dapat menjadi peluang bagi bank syariah dalam peningkatan pangsa pasar KPR.

Penetrasi

Dia pun menyebut saat ini di Indonesia ada dua bank syariah yang mumpuni untuk memperdalam penetrasi KPR syariah. Yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI yang terafiliasi kepada pemerintah, dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Menurutnya, BSI saat ini berstatus sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.

Ddari segi aset dan permodalan, BSI sangat pantas untuk berkompetisi dengan bank konvensional di dalam arena pembiayaan rumah. Kendati lahir pada awal 2021 atas merger 3 bank Syariah milik 3 bank BUMN, BSI kini menempati peringkat kelima di bisnis pembiayaan perumahan dengan total nilai Rp41 triliun.

Calon bank syariah pertama berstatus BUMN ini berada di bawah BTN (Rp 225 triliun), BCA (Rp 98 triliun), BNI (Rp51 triliun), dan Mandiri (Rp 47 triliun). Bahkan pada kuartal I/2022, BSI mencatat pertumbuhan pembiayaan rumah sebesar 8,44% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang hanya sekitar 1% yoy.

Sementara itu, PT Bank Muamalat Tbk saat ini disokong oleh modal kuat Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang memiliki saham 77,42% di bank syariah tersebut. “Kalau dua bank ini bergerak lebih agresif dengan meniru cara jualan bank konvensional, pangsa pasar KPR syariah akan naik signifikan,” kata Amin.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia