Jumat, 15 Mei 2026

CIMB Niaga (BNGA) Cetak Laba Bersih Rp 3,23 Triliun

Penulis : Nida Sahara
31 Jul 2023 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Digital Lounge CIMB Niaga hadir di AEON Mall Tanjung Barat. Nasabah mengganti Kartu ATM/Debit di Digital Lounge CIMB Niaga ke-38 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta, Senin (3/1/2022). Foto: Ist
Digital Lounge CIMB Niaga hadir di AEON Mall Tanjung Barat. Nasabah mengganti Kartu ATM/Debit di Digital Lounge CIMB Niaga ke-38 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta, Senin (3/1/2022). Foto: Ist

JAKARTA, investor.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih setelah pajak konsolidasian (unaudited) sebesar Rp 3,23 triliun pada semester I-2023, naik sebesar 27,6% secara year on year (yoy) dan menghasilkan earnings per share Rp 129,67.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan dalam keterangannya mengungkapkan, kinerja bisnis dan pertumbuhan pendapatan bank tetap solid pada paruh pertama tahun 2023. "Dengan pengendalian biaya yang efektif, perbaikan kualitas aset, dan penurunan biaya kredit, kami dapat terus memberikan keuntungan yang lebih baik bagi para pemegang saham, tercermin pada return on equity (ROE) yang mencapai 15,4%," ungkap Lani, Senin (31/7/2023). 

Salah satu yang patut digarisbawahi adalah perbaikan dalam kualitas aset, seperti ditunjukkan dari penurunan signifikan pada rasio non-performing loan (NPL) gross menjadi 2,5% pada Juni 2023 dari 3,5% pada Juni 2022. Dengan raihan positif tersebut, pihaknya meyakini dapat mencapai target 2023 dengan baik.

“Meskipun dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, strategi yang kami terapkan dengan cermat dan pendekatan yang berorientasi pada nasabah telah membuahkan hasil yang baik. Kami akan terus fokus dalam menyediakan solusi keuangan yang inovatif, berkelanjutan, dan kemudahan akses keuangan bagi seluruh stakeholders, senantiasa memberikan dukungan untuk aspirasi keuangan nasabah, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” urai Lani.

ADVERTISEMENT

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, indikator profitabilitas utama CIMB Niaga yaitu ROE meningkat menjadi 15,4%. Bank senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,2% dan 86,0%.

Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp 329,7 triliun per 30 Juni 2023, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 235,8 triliun dengan rasio CASA sebesar 64,3%, sebagai hasil upaya bank membangun hubungan yang lebih erat sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah dalam memanfaatkan layanan digital CIMB Niaga.

Jumlah kredit/pembiayaan naik 8,6% (yoy) menjadi Rp 206 triliun atau Rp 205,1 triliun di luar pembiayaan Salam, didukung pertumbuhan bisnis corporate banking tumbuh 13,2% (yoy) dan consumer banking meningkat 8% (yoy). Kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 4,8% (yoy), sementara kredit pemilikan mobil (KPM) meningkat sebesar 14,6% (yoy), termasuk kontribusi dari anak perusahaan, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF). 

“Kami tetap fokus menjaga komitmen kami terhadap praktik perbankan yang senantiasa berinisiatif dan bertanggung jawab pada kegiatan sosial dan lingkungan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat. Di antaranya melalui program KPR One House One Tree yang mendukung upaya pelestarian bambu dan tanaman agroforest, bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI)," papar Lani.

Melalui inisiatif ini, perseroani memberikan kesempatan kepada nasabah KPR CIMB Niaga untuk turut berkontribusi dalam gerakan penanaman satu pohon untuk keberlanjutan bumi. "Kami juga mengajak nasabah untuk berkontribusi dalam menjaga hutan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim, memberi nilai tambah keanekaragaman hayati Indonesia, serta sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat petani di sekitar kawasan hutan,” kata Lani.

Di perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp 53 triliun naik 25,3% (termasuk pembiayaan Salam) dan DPK sebesar Rp 44,5 triliun tumbuh 20,4% per 30 Juni 2023.

CIMB Niaga Syariah juga terus menyediakan layanan terbaik untuk para calon jemaah haji. Salah satunya dengan meningkatkan sistem untuk mempermudah layanan pembukaan rekening dan pendaftaran Haji melalui digital channel. 

"Melalui internet banking OCTO Clicks, proses pendaftaran haji semakin praktis tanpa harus datang ke bank dan Kantor Kementerian Agama. Semua proses mulai dari registrasi hingga mendapatkan validasi dan porsi haji bisa dilakukan secara online,” pungkas Lani.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia