Jumat, 15 Mei 2026

Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral

Penulis : Yurike Metriani
25 Jan 2024 | 15:27 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pasar saham.
Ilustrasi pasar saham.

JAKARTA, investor.id - Tahun 2024 menjanjikan potensi besar bagi pasar saham Amerika Serikat, didorong oleh kemajuan ekonomi yang berhasil meredakan inflasi tanpa terjadinya resesi. Proyeksi pemotongan suku bunga hingga tiga kali oleh The Fed turut memberikan dorongan positif. Sementara itu, dinamika politik pemilihan Presiden AS dan sejumlah negara berkekuatan ekonomi besar menjadi faktor tambahan yang memperkaya prospek investasi di pasar saham AS.

Sejarah menunjukkan bahwa pasar saham memberikan return yang menarik, dengan rata-rata tahunan sebesar 6,6% selama periode 1900-2022. Bahkan, indeks S&P 500 di pasar saham AS mencatat tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada rata-rata global.

“Tahun 2023 lalu, saham AS mengalami pertumbuhan yang sangat menguntungkan. Indeks S&P 500 meroket lebih dari 24% serta NASDAQ 100 yang naik lebih dari 50%, didorong oleh booming saham-saham yang terkait dengan Artificial Intelligence. Tahun 2024 diantisipasikan akan lebih positif untuk pasar saham AS, apalagi dengan penyelenggaraan pemilu di Amerika Serikat dan prediksi penurunan suku bunga The Fed”, kata Riadi Esadiputra, Chief Commercial Officer Pluang. 

Pada tahun 2023, Hal serupa terjadi pada saham "Magnificent 7", sebutan untuk tujuh raksasa teknologi AS, termasuk Apple, Google, Amazon, Meta, Microsoft, NVIDIA, dan Tesla. Khususnya, saham perusahaan teknologi yang terkait dengan AI, seperti NVDA (+238%), META (+194%), dan MSFT (+56%), mengalami kenaikan signifikan. 

ADVERTISEMENT
Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral
Tingkat Pengembalian Indeks SPX 500 & Saham Magnificent 7.

Sampai dengan YTD 4 Januari 2023, di tengah perlambatan ekonomi serta pengetatan kebijakan moneter, indeks di Amerika seperti Nasdaq 100, S&P 500 dan Dow Jones Index telah membukukan pertumbuhan positif dengan tingkat return sebesar 49,17%, 21,69% dan 12,54%. Pertumbuhan ini diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan kondisi perekonomian yang semakin membaik. Sehingga, dapat dikatakan bahwa prospek upside potential untuk berinvestasi pada saham AS masih memiliki room to grow yang besar.

Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral
Prospek upside potential untuk berinvestasi pada saham AS masih memiliki room to grow yang besar.

Tahun Politik Membawa Dampak Positif Bagi Pasar Saham

Amerika Serikat akan mengadakan Pemilu Presiden, di mana calon Presiden terpilih akan mempengaruhi alur perekonomian dunia yang disebabkan karena adanya pembaharuan kebijakan. Kebijakan yang mempengaruhi pergerakan pasar saham adalah perubahan kebijakan fiskal dan moneter yang berhubungan dengan pajak, pengeluaran pemerintah ataupun suku bunga yang berhubungan langsung dengan keadaan ekonomi pada saat presiden baru terpilih.

Berdasarkan data historisnya dalam kurun waktu long term, ditunjukan bahwa tingkat pengembalian rata-rata selama dan setelah tahun pemilihan AS dari tahun 1928 hingga 2020 adalah sebesar 10,67%. Selanjutnya, untuk tingkat pengembalian rata-rata setelah setiap pemilihan presiden AS adalah sebesar 11,57%.

Partai pemenang juga dapat mempengaruhi pergerakan harga saham, dimana secara historis terdapat 3 scenario yang paling menguntungkan pasar saham, yakni:

  • Pada saat kader Demokrat yang terpilih menjadi presiden dan kedua partai telah membagi kendali Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat, S&P 500 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 14%.
  • Pada saat kader Demokrat terpilih menjadi presiden bertugas bersama Kongres yang dikuasai Partai Republik, S&P 500 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 13%.
  • Ketika Partai Republik telah mengendalikan kepresidenan dan kedua kamar Kongres, kenaikan S&P 500 rata-rata sebesar 13%.
Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral
Scenario Partai Politik ketika mengendalikan pemerintah Federal vs S&P500.

Kondisi perekonomian AS berada di kondisi yang lebih baik dibandingkan perkiraan ekonomi dunia pada saat awal tahun 2023. Hal ini terlepas dari perang yang terjadi di Asia dan Eropa, krisis di sektor perbankan AS, dan siklus kenaikan suku bunga yang cukup agresif dari bank sentral. Secara keseluruhan, diproyeksikan ekonomi global akan berkembang sebesar 2,6% di tahun 2024.

Sejak 2022, The Fed menaikkan suku bunga acuannya secara agresif. Bayangkan saja, The Fed menaikkan suku bunga acuannya dari 0% di Februari 2022 menjadi 5,25-5,5% per November 2023. Hal itu dilakukan demi meredam inflasi AS yang meradang. Bahkan, saking kronisnya, inflasi AS sempat mencapai 9,1% secara tahunan pada Juni 2022.

Untungnya, inflasi AS perlahan mulai landai memasuki tahun ini. Pada November 2023, inflasi AS berada di level 3,1% alias jatuh terjerembab dari level puncaknya di Juni 2022.

Meski inflasi AS belum menyentuh target The Fed yaitu 2%, data tersebut tentu membuat The Fed mempertimbangkan kembali kebijakan moneter agresifnya. Akhirnya, pada rapat FOMC Desember 2023, The Fed pun mengaku membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan “beberapa kali” di tahun depan.

Rekomendasi Saham AS di Berbagai Sektor

Istilah 'soft landing' menjadi topik perbincangan hangat di kalangan ekonom akhir-akhir ini dimana kondisi perekonomian AS diperkirakan akan seperti ini, yaitu ekonomi melambat untuk mengekang inflasi. Pada kondisi perekonomian soft landing atau disebut juga periode “Goldilocks” bagi para bankir, terdapat beberapa sektor yang diuntungkan seperti sektor consumer discretionary, industrials dan materials. 

Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral
Hubungan siklus ekonomi dengan aset investasi.

Berikut adalah rekomendasi saham di beberapa sektor:

  1. Sektor Consumer Discretionary 

Sektor ini berisikan perusahaan-perusahaan yang menjadi non-essential goods and services. Sektor tersebut menitikberatkan pada tingkat optimisme atau kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian yang semakin membaik ke depannya, dan pulihnya tingkat belanja masyarakat (consumer expenditure). Ini karena masyarakat berpotensi membelanjakan uang yang dimilikinya dibandingkan menyimpannya. Berikut adalah rekomendasi analis terhadap perusahaan yang berada di Sektor Consumer Discretionary:

Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral
Saham pilihan Analis berdasarkan valuasi.

Ke depannya, sektor consumer discretionary diprediksi akan terus bertumbuh, seiring dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan. Sehingga, ekspektasi terhadap P/E pun bertumbuh. Sekarang ini, sektor consumer discretionary memiliki 1Y P/E mean di angka 28,12x. Selanjutnya, secara keseluruhan, berdasarkan S&P 500 Consumer Discretionary Index menunjukan ada pertumbuhan harga sebesar 35,53% dalam kurun waktu satu tahun ke belakang. P/E dari sektor ini diperkirakan akan memiliki trailing P/E sebesar 30,1x pada tahun 2024.

2. Sektor barang industri (Industrial

Kategori sektor yang terdiri dari perusahaan yang membuat atau menjual mesin, peralatan, atau persediaan dalam manufaktur dan konstruksi. Sektor ini mengalami underperformed apabila kondisi perekonomian sedang menurun karena perusahaan menunda ekspansi dan memproduksi lebih sedikit barang. Namun sebaliknya, dengan adanya pemulihan perekonomian, industri ini menjadi frontliner yang diuntungkan akibat event tersebut. Hal itu sekaligus memungkinkan terjadinya ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Kinerja industri didorong oleh penawaran dan permintaan untuk konstruksi bangunan di segmen perumahan, komersial, dan real estate industri, serta permintaan untuk produk manufaktur.

Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral
Saham pilihan Analis berdasarkan valuasi.

3. Sektor bahan dasar (materials) 

Kategori industri yang terdiri dari bisnis yang bergerak dalam penemuan, pengembangan, dan pengolahan bahan baku, pertambangan dan pemurnian logam, produk kimia, dan produk kehutanan. Sektor ini diuntungkan saat ekonomi tumbuh karena permintaan konsumsi ikut terkerek. Di sisi lain, sektor ini dapat dikatakan sebagai supporting parts dalam pemenuhan demand konsumsi. Berikut adalah rekomendasi saham dalam sektor materials:

Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral
Saham pilihan Analis berdasarkan valuasi.

4. Sektor energi

Dalam jangka waktu 3 tahun kebelakang, P/E sektor ini sudah terdiskon cukup dalam. Kedepannya dengan semakin meningkatkan harga komoditas, maka akan terjadi pertumbuhan positif pada top-line growth yang kemudian akan berlanjut terus sampai pertumbuhan EPS perusahaan yang membuat P/E multiple kembali terapresiasi.Berikut adalah rekomendasi analis terhadap saham-saham yang berada di sektor energi.

Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral
Saham pilihan Analis berdasarkan valuasi.

5. Sektor finansial

Berdasarkan indeks S&P 500 financials index memiliki P/E sebesar 15,8x, dimana P/E dari sektor ini juga sudah cukup terdepresiasi. Ke depannya dengan harga yang terdiskon, pada tahun 2024 ketika The Fed memangkas suku bunga, harapannya harga saham sektor ini akan terapresiasi. Hal ini seiring dengan insentif pengambilan kredit dengan tingkat suku bunga yang rendah oleh perusahaan-perusahaan untuk melakukan ekspansi. Berikut adalah rekomendasi analis terhadap saham-saham yang berada di sektor finansial:

Bersama Pluang Menavigasi Bursa Saham AS dengan Analisis, Politik, dan Rekomendasi Saham Sektoral
Saham pilihan Analis berdasarkan valuasi.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia