Sabtu, 4 April 2026

Beli Reksa Dana via myBCA Bisa Mulai Dari Rp 10.000

Penulis : Prisma Ardianto
3 Mar 2024 | 22:14 WIB
BAGIKAN
Fitur Welma di aplikasi myBCA. (Sumber: BCA)
Fitur Welma di aplikasi myBCA. (Sumber: BCA)

JAKARTA, investor.id – Tren jumlah investor muda bertambah signifikan dalam beberapa tahun ini. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membeberkan sejumlah strategi yang mereka usung dalam merangkul lebih banyak anak muda untuk berinvestasi melalui fitur Welma di aplikasi myBCA, salah satunya dapat membeli reksa dana mulai Rp 10.000.

EVP Wealth Management BCA Indrawan menuturkan bahwa pada dasarnya BCA dikenal sebagai transaction bank yang senantiasa berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang beragam. Melihat perkembangan pasar, BCA juga harus mampu mengakomodasi minat dan kebutuhan masyarakat dalam berinvestasi, termasuk dari generasi muda.

“Agar mendorong anak-anak muda dan mereka yang baru mulai berinvestasi kita menurunkan limit pembelian, sehingga dengan Rp 10.000 mereka sudah bisa beli reksa dana, dan dengan Rp 1.000.000 sudah bisa membeli obligasi dalam mata uang Rupiah,” ujar Indrawan dikutip dari keterangan resmi, Minggu (3/3/2024).

Advertisement

Indrawan mencermati bahwa iklim investasi tetap kondusif di tengah dinamika perekonomian global dan geopolitik. Lebih menarik lagi, jumlah investor di pasar modal Indonesia bertambah sebesar 17,95% dari 10,31 juta pada tahun 2022 meningkat menjadi 12,16 juta per akhir Desember 2023.

Selaras dengan perkembangan tersebut, selama beberapa tahun terakhir, jumlah nasabah investasi di BCA konsisten tumbuh sekitar 20% per tahun. Perihal jumlah investor, Gen Z masih menjadi kelompok usia dengan jumlah terkecil dibanding kelompok usia lainnya. Kendati secara jumlah masih minim, kelompok usia tersebut mengalami pertumbuhan yang paling tinggi, yaitu sekitar 30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Selaras dengan minimal pembelian produk investasi yang semakin kecil, kami mencermati rata- rata jumlah pembeliannya justru makin baik. Secara psikologis, membuat banyak orang merasa bisa membelinya. Kalau dulu kan tidak sedikit yang takut. Cara ini berhasil mendorong nasabah untuk berani berinvestasi,” pungkas Indrawan.

Meningkatnya minat investasi secara umum juga dirasakan oleh BCA yang melihat adanya pertumbuhan dana kelolaan investasi. Hingga akhir tahun 2023, dana kelolaan investasi BCA yang terdiri dari obligasi dan reksa dana hampir mencapai Rp 200 triliun, atau tumbuh lebih dari 40% secara tahunan (yoy).

Di samping memberikan kemudahan berinvestasi, BCA juga memahami bahwa tingginya minat dalam investasi harus diimbangi dengan literasi keuangan yang baik. Kini, di aplikasi myBCA juga terdapat fitur wealth insight yang berisikan publikasi mengenai perkembangan ekonomi dan pasar modal global maupun dalam negeri, seperti BCA Weekly Market Overview yang diterbitkan setiap minggu dan BCA House View yang diterbitkan setiap bulan.

Selain itu, BCA secara rutin mengadakan BCA Wealth Summit selama dua tahun terakhir untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran nasabah tentang investasi. Acara ini menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan pakar ekonomi, investasi, hingga kesehatan, dengan tujuan memberikan wawasan dan pengetahuan yang beragam kepada nasabah BCA maupun masyarakat umum tentang pengelolaan keuangan secara holistik. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk finansial yang dapat mendukung mereka mencapai tujuan finansial mereka.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 13 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 14 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 38 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia