Bank Sampoerna Cetak Laba Rp 62 Miliar
Lebih lanjut, CEO Bank Sampoerna Ali Rukmijah menegaskan, kinerja Bank Sampoerna dicapai dengan dukungan fundamental keuangan dan praktik keuangan yang penuh kehati-hatian (prudent). Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) pada akhir 2023 mencapai 30,2%, atau sekitar 3 kali lipat dibandingkan rasio minimum yang ditetapkan berdasarkan regulasi yang ada.
Sedangkan rasio pinjaman tersalurkan terhadap DPK (loan to deposit ratio/LRD) juga cukup leluasa pada tingkat 89,1% dengan kualitas pinjaman terjaga sebagaimana terefleksikan pada rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level 3,3%.
“Struktur dan fundamental keuangan Bank Sampoerna yang kuat memungkinkan kami untuk mengembangkan layanan lebih lanjut di tahun 2024 ini,” terang Ali.
Ke depannya, kata dia, Bank Sampoerna akan terus dan turut mengajak masyarakat untuk mendukung UMKM, termasuk para milenial dan generasi Z. Dengan memanfaatkan Sampoerna Mobile Saving, masyarakat telah ikut berperan dalam mendukung UMKM. Untuk itu, Bank Sampoerna berkomitmen terus melakukan edukasi dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.
Di tahun 2024 ini Bank Sampoerna akan menyelenggarakan Sampoerna Fest, roadshow edutainment yang menggabungkan edukasi literasi keuangan dengan berbagai kegiatan hiburan. Sampoerna Fest akan dilakukan tiga bulan sekali di kota-kota besar di Indonesia, dimulai dari kota Surabaya, lalu disusul Pontianak, Semarang, dan Sorong.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat serta dukungan aktif dari pemerintah dan regulator, sehingga Bank Sampoerna mencatatkan kinerja baik di tahun 2023. Tantangan belum akan mereda di tahun 2024. Namun demikian, dengan dukungan semua pihak, kami meyakini perekonomian tetap akan tetap bertumbuh baik dan lebih inklusif,” tandas Ali.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






