Bank Sampoerna Cetak Laba Rp 62 Miliar
JAKARTA, investor.id – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencetak laba bersih Rp 62 miliar atau bertumbuh lebih dari dua kali lipat sebesar 131% year on year pada tahun 2023. Perolehan ini didukung kinerja penyaluran kredit perseroan.
Pada akhir tahun 2023, Bank Sampoerna berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 11,4 triliun atau meningkat 13,2% (yoy). Angka tersebut sekaligus menandai pencapaian penyaluran kredit yang lebih tinggi dari industri perbankan yang tercatat tumbuh 12,3%.
Kredit UMKM mengambil porsi 68%, termasuk 45% dari keseluruhan pinjaman secara langsung diberikan ke UMKM dan sisanya disalurkan melalui lembaga keuangan lain. Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengungkapkan, peningkatan penyaluran kredit ini tentunya dimungkinkan berkat terpeliharanya kepercayaan masyarakat yang menempatkan dananya di Bank Sampoerna.
“Di tahun 2023, total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 22,3% dibandingkan DPK pada akhir tahun sebelumnya menjadi Rp12,8 triliun. Peningkatan ini melampaui peningkatan DPK industri perbankan keseluruhan yang pada periode yang sama meningkat 6,3%,” jelas Henky dalam keterangannya, Rabu (17/4/2024).
Selain didukung pendapatan bunga kredit, perolehan laba dicapai dengan tren peningkatan pendapatan non-bunga dan pengelolaan kredit yang baik. Pendapatan non-bunga pada tahun 2023 mencapai Rp 123 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan yang diperoleh di tahun sebelumnya.
Henky menjelaskan, kolaborasi yang dilakukan Bank Sampoerna dengan perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan berbagai pihak lainnya tidak hanya memungkinkan penyaluran pinjaman yang lebih tinggi bagi UMKM, tetapi juga memberikan dampak finansial yang baik. Dengan pelaksanaan Bank as a Service (BaaS), bank dapat memberikan berbagai layanan bagi mitra dan memperoleh pendapatan non bunga, seperti jasa pengadaan virtual account, biaya transaksi, dan lain sebagainya.
“Sepanjang tahun 2023 jumlah transaksi digital mencapai 25 juta dengan volume sebesar Rp 102 triliun. Dengan demikian, secara keseluruhan Bank Sampoerna membukukan kenaikan lebih dari dua kali lipat pendapatan non bunga dibandingkan yang dibukukan pada tahun sebelumnya. Hal ini memiliki dampak yang signifikan terhadap pencapaian laba bersih,” katanya.
Kinerja tersebut mendongkrak rasio imbal ekuitas (return on equity/ROE) dan rasio imbal balik aset (return on asset/ROA), masing-masing ke level 2,00% dan 0,53%.
Bekal Mengarungi 2024
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






