Minggu, 5 April 2026

Menkes Budi Beberkan Alasan Penting Penerapan KRIS BPJS Kesehatan

Penulis : Sella Rizky Deviani
16 Mei 2024 | 20:11 WIB
BAGIKAN
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di depan ruang Komisi IX DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2024). (B-Universe Photo/Sella Rizky)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di depan ruang Komisi IX DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2024). (B-Universe Photo/Sella Rizky)

JAKARTA, investor.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut sistem kelas BPJS Kesehatan menjadi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan upaya memperbaiki kelas rawat inap bagi seluruh peserta yang menjadi pasien rumah sakit dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penerapan KRIS sejatinya juga sudah diuji coba selama satu tahun.

“KRIS itu tujuannya satu untuk meningkatkan standar layanan minimal rawat inap di seluruh rumah sakit bukan menghapuskan, yang kedua ini akan dilakukan secara bertahap dan kita sudah uji coba selama satu tahun lebih di rumah sakit daerah, rumah sakit swasta dan rumah sakit pusat,” ucap Budi Gunadi Sadikin di depan ruang Komisi IX DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2024).

Ia menjelaskan, pelayanan rawat inap akan disamaratakan bagi setiap pasien seperti maksimal tempat tidur untuk satu ruangan, yaitu maksimal empat tempat tidur untuk setiap ruangan. Selain itu, pengadaan kamar mandi dalam ruangan serta tirai pemisah untuk privasi pasien.

ADVERTISEMENT

“Contoh, (sebelumnya) satu kamar ada yang isinya enam, ada delapan, sekarang diwajibkan satu kamar isinya maksimal empat. Contoh yang kedua, ada kamar-kamar BPJS dulu yang tidak ada kamar mandinya, sekarang harus ada kamar mandi di dalam jadi tidak perlu di luar,” jelas Budi.

“Jadi privasinya kalau ada yang sakit, jerit-jerit apa sebelahnya terganggu, sekarang ada privasinya, dan ada hal-hal lain yang secara fisik bangunan kita tentukan,” sambungnya.

Budi menegaskan penerapan KRIS ini bertujuan untuk kepentingan 280 juta jiwa masyarakat Indonesia mendapatkan hal yang setara. Oleh karena itu menurutnya, dengan KRIS setiap rumah sakit harus meningkatkan fasilitas kesehatan mereka.

“Jadi kita pemerintah mengutamakan layanannya memang rumah sakit harus meng-upgrade layanannya agar lebih baik bagi 280 juta rakyat Indonesia,” tutur Budi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia