Minggu, 21 Juni 2026

Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Jebol, Tarif Premi Naik?

Penulis : Prisma Ardianto
29 Mei 2024 | 17:55 WIB
BAGIKAN
Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan GCG AAJI, Fauzi Arfan dalam konferensi pers Kinerja Asuransi Jiwa Kuartal I-2024, pada Rabu (29/5/2024). (Foto: AAJI)
Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan GCG AAJI, Fauzi Arfan dalam konferensi pers Kinerja Asuransi Jiwa Kuartal I-2024, pada Rabu (29/5/2024). (Foto: AAJI)

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan bahwa rasio premi asuransi kesehatan melejit ke level 138% pada kuartal I-2024. Imbasnya, perusahaan asuransi mulai melakukan upaya penyeimbang seperti menaikan tarif premi.

Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan GCG AAJI, Fauzi Arfan menyampaikan bahwa premi pada layanan asuransi kesehatan kini sudah lebih rendah dibandingkan klaim yang dibayarkan. Ini menandari rasio klaim jebol atau menembus 100%. Artinya, praktis perusahaan asuransi jiwa mengalami kerugian.

“Berdasarkan data yang kita miliki, jumlah klaim yang kita bayarkan dibandingkan premi yang kita terima untuk asuransi kesehatan, sudah 138% di kuartal I-2024,” beber Fauzi Arfan dalam konferensi pers Kinerja Asuransi Jiwa Kuartal I-2024, pada Rabu (29/5/2024).

ADVERTISEMENT

Menilik karakteristiknya, premi dari layanan asuransi kesehatan memang tidak untuk diinvestasikan, sehingga produk ini tidak membuahkan hasil investasi. Oleh karena itu, pengelolaan risiko dari perusahaan asuransi utamanya diukur dari besaran premi yang ada.

“Akibatnya, memang perusahaan asuransi harus melakukan adjustment atau penyesuaian (tarif premi),” imbuh Fauzi.

Dia mengungkapkan, sebetulnya juga ada upaya lain yang dilakukan industri asuransi jiwa di samping menaikan tarif premi. Upaya itu adalah melakukan pembatasan yang lebih ketat dalam pengelolaan risiko. Pembatasan yang dimaksud misalnya mereviu kerja sama dengan rumah sakit rekanan.

“Misalnya ada 10 rumah sakit rekanan, ternyata ada beberapa rumah sakit yang ditengarai punya tren klaim yang tinggi. Maka perusahaan asuransi akan mereviu kontraknya dengan rumah sakit tersebut,” kata Fauzi.

Rugi, Tapi Tetap Jualan?

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia