Minggu, 21 Juni 2026

Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Jebol, Tarif Premi Naik?

Penulis : Prisma Ardianto
29 Mei 2024 | 17:55 WIB
BAGIKAN
Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan GCG AAJI, Fauzi Arfan dalam konferensi pers Kinerja Asuransi Jiwa Kuartal I-2024, pada Rabu (29/5/2024). (Foto: AAJI)
Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan GCG AAJI, Fauzi Arfan dalam konferensi pers Kinerja Asuransi Jiwa Kuartal I-2024, pada Rabu (29/5/2024). (Foto: AAJI)

Menurut dia, langkah pengetatan dan reviu kerja sama dengan rumah sakit ini menjadi perlu dilakukan, mengingat pentingnya produk asuransi kesehatan yang telah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Karena alasan itu juga, AAJI mendorong agar produk ini tetap dijual di pasaran, kendati risiko klaim terus mengalami peningkatan.

“Tapi juga harus fair (adil). Jadi harus tetap dijual, tetapi juga tidak membuat industrinya harus menanggung rugi, begitu kan. Caranya adalah dilakukan upaya-upaya, diantaranya melakukan reviu dengan rumah sakit,” ujar Fauzi.

Upaya lain adalah menghadirkan sentralisasi data asuransi kesehatan yang diinisiasi AAJI untuk menghindari kecurangan (fraud). Dengan demikian, antar perusahaan asuransi punya cukup informasi untuk menangani klaim asuransi kesehatan.

ADVERTISEMENT

Upaya mencegah fraud itu dilatarbelakangi fakta bahwa tingkat inflasi kesehatan yang terjadi saat ini masih jauh lebih rendah dari lonjakan klaim asuransi kesehatan. Artinya, inflasi kesehatan yang menyeret biaya medis semakin tinggi bukan satu-satunya alasan kenaikan klaim asuransi kesehatan.

Menurut Fauzi, ada persoalan lain yang barangkali belum terdeteksi, sehingga turut membuat klaim asuransi kesehatan terus mengalami lonjakan. Karena itu pula, penting untuk asosiasi bersama industri, serta regulator dan pemerintah untuk segera mendeteksi dan mengatasi persoalan yang ada.

Adapun dalam catatan AAJI, klaim asuransi kesehatan pada kuartal I-2024 melonjak sampai 29,6% (yoy) menjadi Rp 5,96 triliun. Tren klaim masih relatif tinggi, meskipun mengalami penurunan dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar 38,6%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia