Minggu, 21 Juni 2026

Premi Unit Link Masih Layu, Produk Asuransi Bersifat Proteksi Tumbuh Kuat

Penulis : Prisma Ardianto
17 Jun 2024 | 18:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi produk asuransi jiwa dan unit link. (Sumber: istimewa)
Ilustrasi produk asuransi jiwa dan unit link. (Sumber: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Pendapatan premi asuransi jiwa melalui produk-produk asuransi yang bersifat proteksi melanjutkan pertumbuhan yang tinggi sampai April 2024. Di sisi lain, premi yang datang dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link masih terkontraksi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono menerangkan, total pendapatan premi perusahaan asuransi jiwa mencapai Rp 59,96 triliun. Angka ini tumbuh 4% secara tahunan (year on year/yoy) sampai dengan April 2024. Kinerja ini pengaruhi produk unit link yang masih bergerak menurun.

“Premi lini usaha PAYDI (unit link) masih mengalami kontraksi. OJK terus mendorong perbaikan proses pada pemasaran, pengelolaan kewajiban, dan pengelolaan dana, agar portofolio PAYDI dapat memberi manfaat sebagaimana yang dijanjikan kepada pemegang polis,” ungkap Ogi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, dikutip Senin (17/6/2024).

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan bahwa OJK terus mendorong perusahaan asuransi jiwa untuk mengembangkan produk proteksi agar dapat memberikan perlindungan terhadap risiko terkait jiwa pemegang polis. Dengan begitu, pihaknya berharap asuransi dapat meningkatkan kontribusi positif bagi produktivitas masyarakat.

Dalam realisasinya, produk asuransi yang bersifat proteksi masih dalam tren pertumbuhan yang tinggi dalam empat bulan pertama tahun ini. “Sampai dengan akhir April 2024, premi dari produk proteksi ini tumbuh sekitar 29% yoy,” imbuh Ogi

Perihal investasi, lanjut Ogi, OJK juga mendorong perusahaan asuransi untuk terus mengembangkan cara yang lebih efektif dalam mengelola asumsi yang digunakan untuk menetapkan premi dan kewajiban. Termasuk melakukan monitoring atas penempatan investasi yang sesuai dengan kewajiban, serta memperhatikan aspek likuiditas dan kualitas aset, sehingga perusahaan dapat membayar kewajiban yang jatuh tempo dan terus tumbuh secara berkelanjutan ke depan.

“Kami terus mendorong setiap perusahaan asuransi jiwa untuk mengelola kekayaan yang dimiliki sesuai dengan kebijakan investasi yang sudah disusun dengan memperhatikan karakteristik dan durasi kewajiban, dengan tetap memperhatikan aspek likuiditas dan kualitas aset,” beber Ogi.

Dia menambahkan, OJK berharap perusahaan asuransi jiwa untuk memantau secara berkala realisasi atas asumsi yang digunakan, agar tetap sejalan dengan asumsi yang digunakan dalam penetapan premi. Oleh karena itu, perusahaan harus terus memastikan akurasi asumsi yang digunakan dan menyesuaikan asumsi tersebut jika terdapat realisasi yang jauh lebih besar.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia