Minggu, 21 Juni 2026

Jeffrey Hendrik Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030

Penulis : M. Ghafur Fadillah
18 Jun 2026 | 23:30 WIB
BAGIKAN
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik

JAKARTA, investor.id – Teka-teki mengenai nakhoda baru pasar modal Indonesia akhirnya terkuak. Setelah melewati proses seleksi dan penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nama-nama calon direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030 resmi diumumkan. Pada pucuk pimpinan, Jeffrey Hendrik resmi ditetapkan sebagai calon Direktur Utama (Dirut) yang akan memimpin BEI pada periode yang tidak mudah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan, penetapan tersebut dilakukan berdasarkan surat OJK Nomor SR-10/D.04/2026 tertanggal 17 Juni 2026.

Selain Jeffrey Hendrik, regulator juga menetapkan Saidu Solihin sebagai calon Direktur Penilaian Perusahaan, Irvan Susandy sebagai calon Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Yulianto Aji Sadono sebagai calon Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan, Abdul Munim sebagai calon Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Iding Pardi sebagai calon Direktur Pengembangan, serta Umi Kulsum sebagai calon Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum.

ADVERTISEMENT

"Meski demikian, susunan tersebut baru akan efektif setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026," jelas Hasan dalam pernyataan tertulis, Kamis (18/6/2026).

Bagi pelaku pasar, pengumuman ini bukan sekadar pergantian manajemen. Lebih dari itu, momen ini menjadi titik awal harapan baru di tengah pasar modal Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan dari berbagai arah.

Mulai dari volatilitas tinggi, fluktuasi arus modal asing, ketidakpastian arah suku bunga global, hingga berbagai tantangan domestik yang membuat pergerakan pasar semakin sulit diprediksi.

Pendiri Republik Investor, Hendra Wardana menilai, investor saat ini tidak menuntut direksi baru untuk langsung mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level yang lebih tinggi. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan membangun kembali kepercayaan pasar.

"Kepemimpinan baru BEI memasuki masa kerja pada saat pasar modal menghadapi tantangan yang tidak ringan. Investor membutuhkan kepastian, stabilitas, dan keyakinan bahwa bursa dikelola secara profesional dan transparan," ujar dia kepada Investor Daily.

Menurut Hendra, kepercayaan merupakan aset paling berharga dalam industri pasar modal. Tanpa kepercayaan, berbagai upaya pendalaman pasar maupun peningkatan jumlah investor akan sulit menghasilkan dampak yang optimal.

"Investor tidak mengharapkan keajaiban dalam 100 hari pertama, tetapi mereka menunggu sinyal yang jelas bahwa BEI bergerak menuju pasar yang lebih transparan, lebih likuid, dan lebih berintegritas. Kepercayaan adalah mata uang paling berharga di pasar modal," tegas Hendra.

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengingatkan bahwa investor pada akhirnya tidak hanya melihat siapa yang memimpin bursa. Menurut dia, faktor yang lebih menentukan adalah kondisi fundamental ekonomi nasional serta kepastian arah kebijakan pemerintah.

"Figur memang akan dinilai oleh market, tetapi bukan faktor utama. Investor tetap akan melihat bagaimana kondisi fundamental perekonomian kita dan bagaimana tata kelola ekonomi dijalankan," ujar dia.

Dirinya mengingatkan, tantangan Jeffrey Hendrik bukan hanya memastikan operasional bursa berjalan baik, tetapi juga menjaga koordinasi yang erat dengan regulator dan pemerintah. Menurut Yusuf, penguatan pasar modal tidak mungkin dilakukan oleh BEI sendirian. Diperlukan sinergi dengan OJK, pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan agar reformasi pasar modal dapat berjalan berkelanjutan.

"Keberlanjutan reformasi pasar modal, peningkatan transparansi, pendalaman pasar, serta sinergi antara BEI, OJK, dan pemerintah akan menjadi kunci memperkuat daya tarik investasi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat," kata dia.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia