Industri Asuransi RI Tumbuh Lebih Lambat Dari Global, Begini Ramalan ke Depan
JAKARTA, investor.id – Pendapatan premi industri asuransi di Indonesia tumbuh lebih lambat dibandingkan industri asuransi global pada 2023 lalu. Namun demikian, industri asuransi tanah air diproyeksi akan menemui tren yang lebih seimbang dengan kecenderungan lebih baik dari tren global.
Hal tersebut diungkapkan Allianz, perusahaan jasa keuangan multinasional asal yang berkantor pusat di Munich, Jerman. Melalui publikasi terbarunya bertajuk “Global Insurance Report”, Allianz menganalisis tentang perkembangan industri asuransi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dibeberkan dalam publikasi tersebut bahwa industri global asuransi tumbuh dengan estimasi 7,5% pada tahun 2023. Ini adalah pertumbuhan tercepat semenjak tahun 2006, satu tahun sebelum Global Financial Crisis (GFC).
Secara keseluruhan, Allianz melaporkan bahwa perusahaan asuransi di seluruh dunia menghasilkan EUR 6,2 triliun di asuransi jiwa (EUR 2.620 miliar), EUR 2.153 miliar di asuransi umum, dan EUR 1.427 miliar di premi asuransi kesehatan.
Adapun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pemasukan premi global meningkat pesat dengan jumlah yang sangat besar yaitu EUR 1,1 triliun atau naik 21,5%. Namun, perkembangan yang kuat perlu dilihat dengan latar belakang peningkatan inflasi yang tinggi, sehingga kondisinya menjadi kurang mengesankan. Refleksi tren sepanjang era pandemi ini menerangkan bahwa premi ril hampir stagnan dan hanya mengalami peningkatan sebesar 0,7% sejak 2020.
Berbeda dengan tahun 2022, di saat peningkatan premi global yang utamanya didorong oleh segmen asuransi umum, tahun 2023 menunjukkan pertumbuhan yang lebih berimbang. Ketiga segmen tersebut mencatatkan peningkatan yang hampir sama, di mana asuransi jiwa dengan jumlah peningkatan sebesar 8,4%, asuransi umum sebesar 7,0%, dan asuransi kesehatan sejumlah 6,6%.
Baca Juga:
6 Resep OJK Memugar Asuransi KesehatanPemulihan segmen asuransi jiwa yang hanya tumbuh sebesar 3,1% pada tahun 2022 mendapatkan dorongan utama oleh Asia (tanpa Jepang) yang meningkat sebesar 16,2%. Asia kini menjadi pasar asuransi jiwa terbesar di dunia, melampaui Eropa Barat yang mengalami pertumbuhan pasar global dengan jumlah 30,0%.
Dalam lini asuransi umum, Amerika Utara (+7.1%) masih menjadi pasar terbesar (pangsa pasar global: 54,2%). Premi di Asia (tanpa Jepang) meningkat sebesar 6,6% pangsa pasar global di kawasan ini tetap sebesar 15,5%.
Indonesia dan Satu Dekade ke Depan
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





