Minggu, 21 Juni 2026

Pelaku Usaha Bidik Tingkat Literasi Asuransi yang Lebih Baik

Penulis : Prisma Ardianto
5 Aug 2024 | 22:10 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers Indonesia Insurance Summit 2024 di Jakarta, pada Senin (5/8/2024). (Foto: istimewa)
Konferensi pers Indonesia Insurance Summit 2024 di Jakarta, pada Senin (5/8/2024). (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Para pelaku usaha di industri perasuransian yang tergabung dalam Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menargetkan tingkat literasi asuransi yang lebih baik di masa mendatang. Para pelaku usaha bersama pihak regulator akan menyelenggarakan acara akbar dalam waktu dekat ini guna mendukung aspirasi tersebut.

“Target kita akan terjadi peningkatan literasi asuransi di atas 31,7%,” ungkap Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Billy Bhayangkara melalui keterangannya, pada Senin (5/8/2024).

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) pada tahun 2022, tingkat literasi asuransi sebenarnya sudah mencapai level 31,72%. Namun, tingkat inklusi asuransi baru menyentuh 16,68%. Hasil survei itu menandai bahwa pemanfaatan produk/layanan asuransi masih lebih rendah dibandingkan pemahaman produk/layanan asuransi.

ADVERTISEMENT

Untuk mendukung aspirasinya, DAI berikut 11 asosiasi perasuransian di bawah naungannya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Infobank Media Group akan menyelenggarakan Indonesia Insurance Summit 2024. Acara ini akan diselenggarakan secara hybrid.pada Kamis-Jumat, 22-23 Agustus 2024.

Yulius menuturkan, Indonesia Insurance Summit 2024 ini akan membahas berbagai tantangan dan peluang di industri asuransi masa depan. Seluruh pemangku kepentingan terkait akan diboyong untuk hadir dan mencari cara bekerja sama demi kemajuan industri asuransi.

“Kita akan membahas berbagai isu terbaru di industri asuransi nasional, seperti investasi hijau, evolusi asuransi, dan kepercayaan pasar. Ini bagian dari upaya kita untuk meningkatkan literasi asuransi yang saat ini masih rendah," kata Yulius.

Pelaku Usaha Bidik Tingkat Literasi Asuransi yang Lebih Baik
Ilustrasi: Investor Daily

Ketua Steering Committee Indonesia Insurance Summit 2024, Budi Herawan menambahkan, acara tersebut akan menjadi ajang bagi peserta untuk memperluas jaringan dengan profesional dan ahli di bidang asuransi serta para petinggi perbankan dan multifinance.

“Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan wawasan terbaru, bertukar pandangan, dan berjejaring dengan para profesional dan ahli di bidang asuransi. Mari bersama-sama kita mengukir masa depan industri asuransi Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan,” jelas Budi.

Apa yang Dibahas?

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 21 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia