Alhamdulillah Kinerja Positif, Bos BRIS Bocorkan Penopangnya
JAKARTA, investor.id - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Bob Tyasika Ananta memaparkan kunci kinerja yang positif pada tiga bulan pertama tahun ini.
Pada awal tahun 2025, pangsa pasar industri perbankan syariah terhadap perbankan nasional masih terjaga, meskipun mengalami sedikit perlambatan. BSI menunjukkan pertumbuhan pangsa pasar di industri perbankan nasional, di mana dari segi pembiayaan naik menjadi 3,58% dari sebelumnya 3,56%. Kemudian, pangsa pasar BSI di sisi aset juga naik menjadi 3,29%.
Terhadap perbankan syariah, market share BSI konsisten tumbuh pada sisi aset, pembiayaan, dan juga dana pihak ketiga (DPK). Di mana, pangsa pasar aset BSI meningkat dari 42,77% menjadi 44,25%. Berikutnya, pembiayaan naik dari 44,45% menjadi 45,44%, serta DPK juga naik dari 44,59% menjadi 44,91%.
Berdasarkan pertumbuhan bisnis industri perbankan syariah dapat tumbuh lebih baik dari perbankan nasional, dilihat dari beberapa indikator. Pertama, pertumbuhan aset perbankan syariah tumbuh 9,2% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dari perbankan nasional yang naik 6,34%.
Bob juga memaparkan, pertumbuhan DPK perbankan syariah sebesar 9,28% (yoy), lebih tinggi dibandingkan perbankan nasional di kisaran 5,51% (yoy). Secara lebih rinci, kinerja BSI pun menorehkan pertumbuhan yang solid.
"Alhamdulillah Bank Syariah Indonesia dapat menunjukkan kinerja keuangan yang solid dari tahun ke tahun. Kinerja keuangan BSI kuartal I-2025 dapat tumbuh di atas pertumbuhan industri dengan kualitas yang sehat tentunya," jelas Bob dalam konferensi pers Paparan Kinerja Kuartal I-2025 BSI, Rabu (30/4/2025).
Bob menjelaskan, aset BRIS tumbuh 12,01% (yoy) menjadi Rp 400,88 triliun pada kuartal I-2025. Dari aset tersebut, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 287 triliun, tumbuh tinggi 16,21% (yoy) dalam tiga bulan pertama tahun ini. Penghimpunan dana pihak ketiga BSI juga mencatatkan pertumbuhan 7,4% (yoy) menjadi Rp 319 triliun.
"Hal ini tentunya akan memperkokoh posisi CASA BSI menjadi Rp 195 triliun pada kuartal I-2025. Kemudian bisa dilihat fee based income BSI tumbuh double digit yaitu 39,3% menjadi Rp 1,71 triliun," papar Bob.
Penopang Pertumbuhan
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






