Jumat, 15 Mei 2026

Mencermati Masa Depan Keuangan Syariah di IFN Indonesia Dialogues 2025

Penulis : Thomas E. Harefa
16 Mei 2025 | 16:33 WIB
BAGIKAN
Kepala BPKH Fadlul Imansyah (kiri).
Kepala BPKH Fadlul Imansyah (kiri).

JAKARTA, investor.id – Industri keuangan syariah Indonesia kembali mendapat sorotan internasional. Adapun Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, terus melakukan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor ini. Regulasi yang progresif dan mobilisasi sumber daya telah membuat Indonesia menjadi salah satu pasar keuangan syariah paling aktif dan inovatif di dunia.

Hal itu akan dibahas dalam gelaran IFN Indonesia Dialogues 2025 pada 26 Mei 2025 di BPKH Muamalat Tower, Jakarta. Sebagai bagian dari IFN Dialogues Series, forum prestisius ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dan ekonomi halal dunia.

Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Islamic Finance News (IFN), dengan tujuan mempertemukan para pemangku kepentingan utama dari berbagai sektor untuk membahas perkembangan, tantangan, dan peluang industri keuangan syariah di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

Kepala BPKH Fadlul Imansyah menegaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari kontribusi BPKH untuk membangun ekosistem keuangan syariah Indonesia yang lebih kuat dan terhubung dengan praktik global.

“BPKH bersama IFN menghadirkan forum dialog berskala internasional dengan pembicara profesional di bidang keuangan syariah. Ini adalah kontribusi kami untuk memajukan ekosistem keuangan syariah di Indonesia sekaligus mentransfer wawasan global ke dalam praktik nasional,” jelas Fadlul dalam keterangannya, Jumat (16/5/2025).

Adapun IFN Indonesia Dialogues 2025 akan dimulai dengan sambutan dari Kepala BPKH RI Fadlul Imansyah dan dilanjutkan dengan keynote address yang mengulas inisiatif kebijakan utama dalam mendorong ekspansi industri keuangan syariah nasional.

Presentasi bertajuk Perkembangan Terkini Layanan Keuangan Syariah di Indonesia akan memberikan gambaran umum terkait pertumbuhan pasar, kemajuan regulasi, serta peluang investasi baru yang tengah berkembang.

Sesi pertama, Mendorong Pertumbuhan: Perbankan Syariah, Teknologi dan Pasar Keuangan Syariah di Indonesia, akan membahas, kinerja lembaga keuangan syariah nasional; dampak regulasi PKSK dan SRIA; prospek sektor perbankan syariah, takaful, dan ekonomi halal; tantangan likuiditas dan penguatan pasar sukuk; peran teknologi dalam transformasi keuangan syariah; serta strategi pembiayaan untuk proyek hijau, sosial, dan berkelanjutan.

Sesi kedua, dengan tema Merencanakan Masa Depan: Produk Investasi Syariah dan Manajemen Aset di Indonesia, akan mengulas tren dan diversifikasi investasi syariah; peran modal privat, properti, dan private equity; integrasi prinsip ESG dalam strategi investasi; pengembangan REITs syariah; skema pembiayaan infrastruktur publik-swasta; serta inovasi produk investasi berbasis wakaf.

Melalui forum ini, jelas dia, BPKH dan IFN menegaskan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan keuangan syariah Indonesia dan menjadikannya bagian integral dari ekosistem keuangan global. Kolaborasi antara regulator, institusi keuangan, dan investor menjadi kunci dalam membuka jalan menuju masa depan industri yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif.

IFN Indonesia Dialogues 2025 diharapkan menjadi platform strategis bagi para pelaku industri untuk menjalin kemitraan baru, bertukar gagasan, dan merumuskan strategi kolektif demi memperkuat peran Indonesia dalam peta keuangan syariah dunia.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia