Sabtu, 4 April 2026

Jaya Metal Bidik Pertumbuhan 20% Tahun Depan

Penulis : Abdul Muslim
16 Nov 2015 | 13:22 WIB
BAGIKAN

CIKARANG - PT Jaya Metal Teknika membidik pertumbuhan penjualan sebesar 20% tahun depan, seiring membaiknya perekonomian nasional dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jaya Metal adalah distributor mesin industri manufaktur.

Presiden Direktur Jaya Metal Djunaidi Herman Hendro menuturkan, tahun ini, bisnis perseroan turun, seiring depresiasi rupiah. Sebab, mayoritas mesin yang dijual Jaya Metal diimpor, di mana sebanyak 80% berasal dari Taiwan.

“Ketika rupiah melemah, bisnis kami terpukul, karena membeli dengan dolar dan menjual dalam rupiah. Alhasil, tahun ini, bisnis kami diperkirakan turun 40%. Apalagi, beberapa bulan lalu, rupiah sempat menyentuh Rp 14 ribu per dolar AS,” ujar dia saat menerima kunjungan sejumlah media ke kantor Jaya Metal Teknika di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, Jaya Metal menyediakan beragam jenis mesin, seperti machining center, CNC lathe, CNC wirecut, CNC EDM, alat pengukuran dan suku cadang, seperti collet, wakil, arbor, chuck, magnet, grinder, cutting tools, kawat, mesin, EDM wareparts, bandsaw, dan blade.

Djunaidi mengungkapkan, pelanggan perseroan adalah perusahaan otomotif, makanan, perkebunan, dan pertambangan. Sebanyak 70% pelanggan adalah perusahaan otomotif, seperti PT Astra Komponen Indonesia dan PT Astra Otoparts Tbk.

Menurut Djunadi, kelebihan mesin industri asal Taiwan adalah harganya kompetitif serta berkualitas. Oleh karena itu, dia memperkirakan bisnis Jaya Metal meningkat 20% tahun depan, didorong membaiknya perekonomian Indonesia dan global. Selain itu, kinerja industri otomotif diperkirakan lebih baik. (dho)

Sumber : Investor Daily

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


InveStory 6 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 10 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 14 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 40 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 43 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia