Jaya Metal Bidik Pertumbuhan 20% Tahun Depan
CIKARANG - PT Jaya Metal Teknika membidik pertumbuhan penjualan sebesar 20% tahun depan, seiring membaiknya perekonomian nasional dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jaya Metal adalah distributor mesin industri manufaktur.
Presiden Direktur Jaya Metal Djunaidi Herman Hendro menuturkan, tahun ini, bisnis perseroan turun, seiring depresiasi rupiah. Sebab, mayoritas mesin yang dijual Jaya Metal diimpor, di mana sebanyak 80% berasal dari Taiwan.
“Ketika rupiah melemah, bisnis kami terpukul, karena membeli dengan dolar dan menjual dalam rupiah. Alhasil, tahun ini, bisnis kami diperkirakan turun 40%. Apalagi, beberapa bulan lalu, rupiah sempat menyentuh Rp 14 ribu per dolar AS,” ujar dia saat menerima kunjungan sejumlah media ke kantor Jaya Metal Teknika di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Dia mengatakan, Jaya Metal menyediakan beragam jenis mesin, seperti machining center, CNC lathe, CNC wirecut, CNC EDM, alat pengukuran dan suku cadang, seperti collet, wakil, arbor, chuck, magnet, grinder, cutting tools, kawat, mesin, EDM wareparts, bandsaw, dan blade.
Djunaidi mengungkapkan, pelanggan perseroan adalah perusahaan otomotif, makanan, perkebunan, dan pertambangan. Sebanyak 70% pelanggan adalah perusahaan otomotif, seperti PT Astra Komponen Indonesia dan PT Astra Otoparts Tbk.
Menurut Djunadi, kelebihan mesin industri asal Taiwan adalah harganya kompetitif serta berkualitas. Oleh karena itu, dia memperkirakan bisnis Jaya Metal meningkat 20% tahun depan, didorong membaiknya perekonomian Indonesia dan global. Selain itu, kinerja industri otomotif diperkirakan lebih baik. (dho)
Sumber : Investor Daily
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

