P&G Berencana Investasi US$ 100 Juta
JAKARTA - Produsen barang konsumsi asal Amerika Serikat, PT Procter & Gamble Home Products Indonesia (P&G), berencana membangun pabrik di Indonesia dengan investasi US$ 100 juta dalam tiga tahun mendatang.
Presiden Direktur P&G Muhammed Ismail mengatakan, langkah itu akan dilakukan sebagai upaya untuk lebih mendekatkan P&G dengan pelanggan di Tanah Air. “Kami ingin merangkul seluruh orang Indonesia agar menjadi konsumen dari seluruh produk P&G,” kata Mohammed, usai peresmian kantor baru P&G di Gedung Sentral Senayan III, Jakarta, Selasa (12/4).
External Relations Director P&G Bambang Sumaryanto menambahkan, pabrik tersebut akan dibangun di pulau Jawa. Meski belum mau mengungkapkan kapasitas produksi dan jenis produknya, dia mengatakan, barang hasil produksinya akan dipasarkan ke kawasan Asean.
Menurut dia, investasi US$ 100 juta itu masih merupakan rencana dan diharapkan terealisasi dalam tiga tahun. “Apakah nanti angkanya berubah, kami tidak tahu dan tergantung perkembangan. Yang pasti, P&G berkomitmen dengan rencana investasinya di Indonesia,” imbuhnya.
Sebelumnya, lanjut Bambang, P&G hadir di Indoensia melalui produk farmasi merek Vicks. Dengan pertimbangan efisiensi, perusahaan ini kemudian mengubah konsep produksi Vicks menjadi toll manufacturing kepada produsen farmasi Darya Varia.
Di kawasan Asean, grup P&G kini mempunyai fasilitas produksi pampers dan deterjen di Filipina, skin care dan sampo di Thailand, pampers dan deterjen di Vietnam, dan snack Pringles di Malaysia. “Pabrik-pabrik tersebut juga memasok kebutuhan pasar kawasan ini,” katanya.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengaku, rencana P&G tersebut belum tercatat dalam daftar komitmen investasi di lembaga yang dipimpinnya. Rencana investasi ini juga dipastikan tidak masuk dalam kategori penerima paket insentif keringanan pajak (tax allowance) dalam PP 62/ 2008 maupun pembebasan pajak pada periode tertentu (tax holiday).
“Mereka tidak harus diberi insentif. P&G juga tidak ragu karena sudah melihat prospek dan potensi pasar di dalam negeri. Rencana ini tentu kami sikapi positif,” ujarnya.
Mohammed juga menyampaikan, P&G bakal meluncurkan sejumlah merek unggulan ke Indonesia. Yang terbaru, P&G telah merilis Olay Regenerist, produk cairan pewangi pakaian Downey, dan popok bayi pampers untuk kelas ekonomis.
Saat ini, konsumen P&G telah mencapai 4 miliar di seluruh dunia dan ditargetkan tumbuh menjadi 5 miliar pada 2015. Beberapa merek perusahaan ini cukup diminati di pasaran, antara lain Pantene menguasai market share sekitar 23,4% dan alat cukur Gillette bahkan mencapai 80%. (eme)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

