Sabtu, 4 April 2026

P&G Berencana Investasi US$ 100 Juta

Penulis : Antara
13 Apr 2011 | 10:44 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - Produsen barang konsumsi asal Amerika Serikat, PT Procter & Gamble Home Products Indonesia (P&G), berencana membangun pabrik di Indonesia dengan investasi US$ 100 juta dalam tiga tahun mendatang.

Presiden Direktur P&G Muhammed Ismail mengatakan, langkah itu akan dilakukan sebagai upaya untuk lebih mendekatkan P&G dengan pelanggan di Tanah Air. “Kami ingin merangkul seluruh orang Indonesia agar menjadi konsumen dari seluruh produk P&G,” kata Mohammed, usai peresmian kantor baru P&G di Gedung Sentral Senayan III, Jakarta, Selasa (12/4).

External Relations Director P&G Bambang Sumaryanto menambahkan, pabrik tersebut akan  dibangun di pulau Jawa. Meski belum mau mengungkapkan kapasitas produksi dan jenis produknya, dia mengatakan, barang hasil produksinya akan dipasarkan ke kawasan Asean.

Menurut dia, investasi US$ 100 juta itu masih merupakan rencana dan diharapkan terealisasi dalam tiga tahun. “Apakah nanti angkanya berubah, kami tidak tahu dan tergantung perkembangan. Yang pasti, P&G berkomitmen dengan rencana investasinya di Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya, lanjut Bambang, P&G hadir di Indoensia melalui produk farmasi merek Vicks. Dengan pertimbangan efisiensi, perusahaan ini kemudian mengubah konsep produksi Vicks menjadi toll manufacturing kepada produsen farmasi Darya Varia.

Di kawasan Asean, grup P&G kini mempunyai fasilitas produksi pampers dan deterjen di Filipina, skin care dan sampo di Thailand, pampers dan deterjen di Vietnam, dan snack Pringles di Malaysia. “Pabrik-pabrik tersebut juga memasok kebutuhan pasar kawasan ini,” katanya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengaku, rencana P&G tersebut belum tercatat dalam daftar komitmen investasi di lembaga yang dipimpinnya. Rencana investasi ini juga dipastikan tidak masuk dalam kategori penerima paket insentif keringanan pajak (tax allowance) dalam PP 62/ 2008 maupun pembebasan pajak pada periode tertentu (tax holiday).

“Mereka tidak harus diberi insentif. P&G juga tidak ragu karena sudah melihat prospek dan potensi pasar di dalam negeri. Rencana ini tentu kami sikapi positif,” ujarnya.

Mohammed juga menyampaikan, P&G bakal meluncurkan sejumlah merek unggulan ke Indonesia. Yang terbaru, P&G telah merilis Olay Regenerist, produk cairan pewangi pakaian Downey, dan popok bayi pampers untuk kelas ekonomis.

Saat ini, konsumen P&G telah mencapai 4 miliar di seluruh dunia dan ditargetkan tumbuh menjadi 5 miliar pada 2015. Beberapa merek perusahaan ini cukup diminati di pasaran, antara lain Pantene menguasai market share sekitar 23,4% dan alat cukur Gillette bahkan mencapai 80%. (eme)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 5 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 30 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 42 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 43 menit yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia