Pertamina Siapkan US$2,46 Miliar untuk Beli Kapal
JAKARTA-PT Pertamina menyiapkan anggaran US$ 2,46 Miliar untuk membeli 19 kapal guna menggantikan armada kapal milik perseroan yang sudah tua. Pembaharuan armada pengangkut minyak mentah, BBM maupun LPG itu merupakan rencana jangka panjang unit bisnis shipping dari 2012 hingga 2016.
Asisten Manajer Ship Building Support Pertamina, Muhammad Irfan mengatakan pengadaan 19 kapal menggunakan anggaran belanja modal Pertamina (Capital Expenditure/Capex). "Armada kapal Pertamina hampir 60-70% buatan lama. Makanya kami berusaha memperbarui yang sudah terencana dalam rencana jangka panjang unit bisnis shipping dari 2012 hingga 2016," kata Irfan di Jakarta, Jumat (13/09).
Irfan membeberkan 19 kapal tersebut antara lain 6 unit kapal GP pergantian kapal time charter dengan kapasitas 17.500 Long Ton Death Weight (LTDW) senilai US$ 165 juta. Kemudian pengadaan 2 unit kapal tanker untuk lube base oil dengan anggaran sebesar US$28 juta.
Selanjutnya, pengadaan 1 unit kapal tanker dengan kapasitas 85 ribu LTDW dengan harga sebesar US$62 juta. Selain itu pembangunan kapal LPF dengan kapasitas 5000 CuM yang menghabiskan dana US$21 juta.
Lebih lanjut, Irfan menyebut pengadaan 3 unit kapal tanker small dengan anggaran US$28 juta, pengadaan 1 unit tanker GP yang membutuhkan dana US$ 29 juta, serta pengadaan 1 unit tanker medium range dengan sebesar US$38 juta.
Pertamina juga akan menambah kapal untuk pengadaan 1 unit tanker medium range dengan menghabiskan capex US$38 juta dan pengadaan 1 unit tanker VLCC sebesar US$141 juta. Kemudian penambahan pengadaan 1 unit tanker Aframax yang menghabiskan anggaran sebesar US$70 juta, lalu pengadaan 2 unit tanker small-I senilai US$24 juta.
Empat armada sisanya yakni, 2 unit tanker small-I senilai US$24,3 juta serta 1 unit tanker medium range senilai US$38,6 juta dan satu unit kapal LNG yang memakan biaya sebesar US$ 1,7 juta. "Jadi total semua diperkirakan menghabiskan capex dari 2012 hingga 2016 sebesar US$2,46 Miliar," kata Irfan. (rap)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






