Sabtu, 4 April 2026

Purbaya: Harga BBM Belum Naik, Beban Sementara Ditanggung Pertamina

Penulis : Addin Anugrah Siwi / Bambang Ismoyo
1 Apr 2026 | 17:50 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat wawancara cegat di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4/2026). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat wawancara cegat di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4/2026). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa beban selisih harga bahan bakar minyak (BBM) akibat gejolak harga minyak dunia untuk sementara ditanggung oleh PT Pertamina (Persero). Meski demikian, Menkeu menjamin kondisi keuangan Pertamina tetap sehat karena pemerintah rutin mencairkan dana kompensasi setiap bulan.

Langkah ini diambil agar harga BBM di tingkat masyarakat tidak langsung melonjak, sementara Pertamina dipandang memiliki ruang likuiditas yang cukup untuk menahan beban jangka pendek.

“Sementara sepertinya Pertamina, sementara ya,” kata Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Advertisement

Purbaya menjelaskan, perubahan pola pembayaran kompensasi dari pemerintah menjadi kunci stabilitas keuangan dari badan usaha milik negara (BUMN) di sektor energi tersebut. Dengan penyaluran kompensasi sebesar 70% yang dilakukan setiap bulan secara konsisten, arus kas Pertamina disebut dalam kondisi sangat baik.

“Dia mampu karena sekarang pembayarannya dari pemerintah kan lancar. Yang kompensasi kan sekarang kita bayar setiap bulan, kita bayar setiap bulan 70% terus-terusan. Jadi keuangan Pertamina juga amat baik,” ujar Purbaya.

Terkait dampak ke makroekonomi, pemerintah telah menghitung risiko kenaikan harga minyak dunia terhadap beban subsidi dan kompensasi energi. Berdasarkan hitungan Kementerian Keuangan, setiap kenaikan harga minyak sebesar US$ 1 per barel akan menambah defisit anggaran sekitar Rp 6 triliun.

Purbaya: Harga BBM Belum Naik, Beban Sementara Ditanggung Pertamina
Asumsi dasar makroekonomi 2026, realisasi sd Februari 2026. (Ilustrasi: Investor Daily)

Namun, Purbaya menegaskan bahwa meskipun harga minyak dunia rata-rata mencapai US$ 100 per barel sepanjang tahun 2026, defisit APBN tetap aman di bawah batas konstitusional.

“Yang jelas setiap US$ 1 per barel naik itu sekitar Rp 6 triliun tambahan defisitnya. Tapi ini udah kita hitung semua kan, nanti dengan, even dengan rata-rata US$ 100 per barel pun, kita sudah kunci defisitnya di bawah 3%, sekitar 2,9%, jadi gak masalah,” pungkas Purbaya.

Pemerintah optimistis stabilitas fiskal tetap terjaga melalui manajemen belanja yang terukur dan pengawasan ketat terhadap pergerakan harga komoditas energi global.

Beban Tetap Ditanggung Pemerintah

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 6 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 10 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 36 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 39 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 52 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia