Sabtu, 4 April 2026

Peretas Colonial Pipeline Kantongi Bitcoin Senilai US$ 90 Juta

Penulis : Iwan Subarkah Nurdiawan
19 Mei 2021 | 06:54 WIB
BAGIKAN
Plang nama fasilitas Stasiun Colonial Pipeline Houston di Pasadena, Texas, pada 10 Mei 2021. ( Foto: FRANCOIS PICARD / AFP )
Plang nama fasilitas Stasiun Colonial Pipeline Houston di Pasadena, Texas, pada 10 Mei 2021. ( Foto: FRANCOIS PICARD / AFP )

LONDON, investor.id — DarkSide, kelompok peretas yang menjadi dalang serangan ransomware terhadap jaringan pipa BBM Colonial Pipeline di Amerika Serikat (AS), menerima uang tebusannya senilai total US$ 90 juta dalam bentuk bitcoin, sebelum menutup diri pekan lalu.

Colonial Pipeline mengalami serangan siber parah awal bulan ini sehingga terpaksa menutup jaringan pipa sepanjang lebih dari 8.000 km di AS. Akibatnya, penyaluran BBM ke negara-negara bagian di tenggara AS terganggu.

FBI menuding serangan itu dilakukan oleh DarkSide, kelompok penjahat siber yang diyakini berbasis di Eropa Timur. Colonial dilaporkan awalnya membayar tebusan US$ 5 juta kepada kelompok tersebut.

DarkSide mengoperasikan model bisnis ransomware sebagai layanan. Yang berarti para peretasnya mengembangkan dan memasarkan peranti ransomware lalu menjualnya kepada para penjahat lain yang kemudian melancarkan serangan-serangan dimaksud.

Advertisement

Ransomware adalah jenis peranti lunak jahat yang dirancang untuk memblokir akses ke sebuah sistem komputer. Para peretasnya meminta uang tebusan, yang biasanya dalam mata uang kripto, agar akses itu pulih kembali.

Pada Jumat pekan lalu, perusahaan analitik blockchain asal Inggris Elliptic menyatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi dompet bitcoin yang digunakan oleh DarkSide untuk menampung pembayaran tebusan dari para korbannya.

Pada hari yang sama, para periset keamanan dari Intel 471 menyatakan bahwa DarkSide telah menutup diri setelah kehilangan akses terhadap server-servernya dan karena dompet kriptonya sudah kosong. DarkSide juga menyalahkan tekanan dari AS.

Dalam pernyataannya Selasa (18/5), Elliptic menyebutkan bahwa DarkSide dan afiliasi-afiliasinya telah mengantongi sedikitnya US$ 90 juta pembayaran tebusan bitcoin. Yang berasal dari 47 dompet kripto yang berbeda. Dengan rata-rata pembayaran sebesar US$ 1,9 juta.

“Sepengetahuan kami, analisis ini mencakup seluruh pembayaran yang diterima oleh DarkSide, tapi transaksi-transaksi lebih lanjut belum terbongkar dan angka-angka itu harus dianggap sebagai rentang bawah,” ujar Tom Robinson, pendiri dan kepala saintis Elliptic, seperti dikutip CNBC.


 

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 23 menit yang lalu

Dorong Elektrifikasi untuk Perkuat Kemandirian Energi di Tengah Gejolak Global

Percepatan elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional.
Lifestyle 36 menit yang lalu

Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol

Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari ini
Market 52 menit yang lalu

WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.
Lifestyle 60 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 2 jam yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 2 jam yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia