Sabtu, 4 April 2026

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

Penulis : Grace El Dora
4 Apr 2026 | 11:22 WIB
BAGIKAN
Sebuah pemandangan menunjukkan kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss pada 28 Januari 2025.
Sebuah pemandangan menunjukkan kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss pada 28 Januari 2025.

PARIS, investor.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan keras terkait rentetan serangan yang menyasar fasilitas kesehatan di Iran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak perlindungan bagi sistem kesehatan yang kian lumpuh akibat perang.

Melalui unggahan di media sosial X seperti dikutip AFP, Sabtu (4/4/2026), Tedros mengungkapkan sedikitnya 20 fasilitas kesehatan telah menjadi target serangan. Salah satu yang terdampak paling parah adalah Institut Pasteur di Teheran, pusat penelitian dan kesehatan masyarakat yang memiliki peran vital dalam penanganan darurat di negara tersebut.

Fasilitas Medis Terancam Lumpuh

Laporan dari WHO menyebutkan Institut Pasteur mengalami kerusakan signifikan hingga mengganggu layanan kesehatan. Namun, juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, serta kantor berita ISNA menyatakan produksi vaksin dan serum akan tetap diupayakan berlanjut meski gedung mengalami kerusakan berat.

Advertisement

"Untungnya, tidak ada karyawan Institut Pasteur yang terluka dalam serangan terbaru oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis," tulis laporan ISNA melalui Telegram. Selain Institut Pasteur, RS Jiwa Delaram Sina dan perusahaan farmasi Tofigh Daru, produsen obat bius dan kanker, juga dilaporkan telah dihantam serangan pekan ini.

Perluasan Target Serangan

Pengamat menilai Amerika Serikat dan Israel mulai memperluas target serangan mereka. Jika pada minggu-minggu awal "Operasi Epic Fury" serangan difokuskan pada infrastruktur militer, kini fasilitas pendidikan, transportasi, hingga kesehatan mulai terkena dampak.

Israel berdalih beberapa universitas dan pusat riset yang menjadi target digunakan untuk penelitian militer. Padahal, berdasarkan Konvensi Jenewa, fasilitas kesehatan merupakan lokasi yang harus dilindungi dalam aturan perang internasional.

Krisis Kemanusiaan dan Pengungsian Massal

Selain di Iran, WHO menyerukan dukungan darurat sebesar US$ 30,3 juta untuk membantu sistem kesehatan di Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah. Perang yang pecah sejak akhir Februari 2026 ini telah menyebabkan pengungsian massal sekitar empat juta orang, menewaskan lebih dari 3.000 jiwa, dan melukai 30.000 lainnya.

Tedros memperingatkan risiko penularan penyakit serta bahaya lingkungan akibat pembakaran depot minyak dan penggunaan bom fosfor putih yang dapat menyebabkan luka bakar kimia serta cedera pernapasan parah bagi warga sipil.

Konflik bersenjata yang mengguncang kawasan Teluk bermula pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan gabungan ke Iran. Serangan ini dilakukan dengan dalih menghentikan ambisi Iran dalam mengembangkan senjata nuklir, sebuah tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh Teheran.

Eskalasi ini dengan cepat berubah menjadi krisis kemanusiaan terbesar di kawasan tersebut dalam satu dekade terakhir. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk "membawa Iran kembali ke Zaman Batu" memicu kekhawatiran internasional akan kehancuran total infrastruktur sipil.

Penggunaan taktik yang sebelumnya terlihat di Gaza, seperti penargetan fasilitas medis dengan klaim penggunaan oleh militer, kini diterapkan dalam skala yang lebih luas di Iran. Kondisi ini menempatkan organisasi internasional seperti WHO dalam posisi sulit untuk menyalurkan bantuan medis di tengah blokade Selat Hormuz dan intensitas serangan udara yang terus meningkat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 16 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 25 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia