Jumat, 15 Mei 2026

Kekurangan Semikonduktor Mengguncang Ekonomi Global

Penulis : Grace Eldora
2 Aug 2021 | 06:39 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memegang semikonduktor selama memberikan sambutan sebelum menandatangani Perintah Eksekutif tentang ekonomi, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, di Washington, DC., pada 24 Februari 2021. ( Foto: Doug Mills / Pool / Getty Images / AFP )
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memegang semikonduktor selama memberikan sambutan sebelum menandatangani Perintah Eksekutif tentang ekonomi, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, di Washington, DC., pada 24 Februari 2021. ( Foto: Doug Mills / Pool / Getty Images / AFP )

PARIS, investor.id – Masalah kekurangan semikonduktor telah mengguncang ekonomi global dan menekan pasokan yang dimiliki produsen mobil hingga headphone. Di samping itu, kelangkaan chip telah mengungkap ketergantungan dunia modern pada komponen berukuran kecil yang digunakan sebagai komponen dasar komputer untuk memproses data.

Krisis Covid-19 yang dimulai pada awal 2020 telah mendorong anggaran belanja global untuk barang-barang elektronik. Mulai dari layar monitor tambahan hingga televisi dan permainan konsol, mengingat banyak orang yang mulai bekerja dari rumah.

Di sisi lain, pandemi Covid telah menutup sementara pabrik-pabrik sehingga memberi tekanan pada persediaan pasokan. Ketika pabrik-pabrik kembali dibuka, produsen barang-barang elektronik terus menerima pemesanan sehingga menciptakan lonjakan penumpukan chip.

Namun, tampaknya pandemi bukan satu-satunya faktor. Badai juga menjadi penyeba berhentinya produksi di beberapa pabrik di Texas dalam waktu singkat pada Februari, ditambah lagi dengan insiden kebakaran yang melanda pabrik Jepang pada Maret.

ADVERTISEMENT

Ketegangan antara Pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok pun berpengaruh. Pada Agustus 2020, Pemerintah AS melarang perusahaan-perusahaan asing yang menggunakan teknologi chip Amerika untuk melakukan penjualan ke raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, atas tuduhan spionase.

Huawei mulai menimbun semikonduktor sebelum sanksi mulai berlaku dan perusahaan lain mengikuti jejak mereka, sehingga semakin menguras persediaan.

Industri Terpukul

Industri mobil telah menjadi korban yang paling terlihat sejauh ini, karena banyak merek yang terpaksa memperlambat produksi otomotif dalam beberapa bulan terakhir.

Ketika produsen mobil memangkas produksi di awal pandemi, pemasok chip mereka beralih ke klien yang berasal dari sektor lain, yaitu produsen barang elektronik yang banyak diminati akibat pandemi.

Kondisi itu membuat merek-merek mobil, mulai dari Volkswagen hingga Volvo saling berebut untuk mendapatkan semikonduktor menyusul kebangkitan penjualan.

Sementara itu, produsen ponsel pintar (smartphone) relatif terlindungi asalkan memiliki persediaan chip. Meski demikian, perusahaan mulai merugi.

CEO Apple, Tim Cook memperingatkan pada pekan ini bahwa kekurangan pasokan akan memukul produksi iPhone dan iPad.

Menurut para analis, produsen telepon yang lebih kecil kemungkinan akan terkena dampak lebih buruk. Permainan konsol, seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X ikut kekurangan pasokan chip.

Negara-negara produsen dilaporkan sedang bergegas meningkatkan kapasitas pembuatan chip mereka. Pada Mei, Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengumumkan investasi US$ 451 miliar dalam upaya untuk menjadi raksasa semikonduktor. Sementara Senat AS bulan lalu memilih melalui US$ 52 miliar subsidi untuk pabrik chip, yang dikenal sebagai "fabs".

Uni Eropa (UE) berusaha untuk melipatgandakan pangsa kapasitas manufaktur chip globalnya menjadi 2% dari pangsa pasar pada 2030. Tetapi pabrik-pabrik tidak bisa dibuat dalam semalam, terutama yang memproduksi semikonduktor. Proses rumitnya melibatkan tahapan menekan lapisan-lapisan bahan kimia ke dalam silikon.

“Membangun kapasitas baru membutuhkan waktu. Untuk pabrik baru lebih dari 2,5 tahun, jadi sebagian besar ekspansi yang dimulai sekarang tidak akan menambah kapasitas yang tersedia hingga 2023,” kata Ondrej Burkacky, srekan senior dan co-leader praktik semikonduktor global di perusahaan konsultan McKinsey, yang dikutip AFP.

Ia menambahkan, untuk faktor jangka panjang berarti ada permintaan global hyper growth, seperti tren yang mengarahkan perusahaan-perusahaan menyimpan data mereka di komputasi awan. Hal ini membutuhkan lebih banyak pembangunan pusat data, dan pusat-pusat data tersebut menggunakan chip dalam jumlah besar.

Jean-Marc Chery, ceo produsen chip Prancis-Italia STMicroelectronics, mengatakan pesanan untuk tahun depan sudah melampaui kapasitas produksi perusahaannya. “Ada pengakuan luas dalam industri bahwa kekurangan pasokan chip akan bertahan hingga minimum tahun depan,” kata dia.

Para analis menyampaikan tekanan berkelanjutan dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi bagi konsumen. SEB, produsen peralatan dapur Prancis seperti blender, telah memperingatkan bahwa mereka terpaksa menaikkan harga.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 17 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia